Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Rumah Ahmadi

Rumah Ahmadi

rumah-ahmadi
Rumah Ahmadi
service
Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

Oleh: Dahlan Iskan

Inilah hak paten yang didapat Dasep Ahmadi di usia 60 tahunnya: ”rumah” baterai. Teknologi baru itu ia temukan di dua tahun terakhirnya di LP Cipinang. Ia rumuskan. Ia patenkan. Patennya internasional pula: berlaku di 90 negara.

Dokumen paten itu ia daftarkan di Swiss. Tebalnya 35 halaman –terbanyak berisi diagram dan desain.

Kang Dasep bisa menjawab semua pertanyaan ”penguji”. Dalam proses itu ia diminta memilih tim penguji: dari Asia, Amerika, atau Eropa. Kang Dasep pilih Eropa –karena mendaftarkan patennya di Swiss.

“Jadi, sudah tidak mau mikir mobil listrik lagi?” tanya saya.

“Saya sudah tua. Tidak mau lagi mikir industri. Juga sudah tidak punya modal. Semua sudah habis,” katanya.

Tapi sebagai orang yang sejak mahasiswa sudah menjuarai lomba robot tingkat nasional (Lihat Disway kemarin: Kang Dasep), Kang Dasep tidak bisa berhenti berpikir. Ketika mobil listrik akhirnya menjamur, ia memikirkan baterainya. Itu pun tidak mau di bidang industri baterai. Ia pilih mencarikan solusi untuk mengatasi hambatan di baterai selama ini.

Kang Dasep masih akan mendaftarkan satu hak paten lagi. Ia masih merahasiakannya. Kapasitas berpikirnya besar. Pengalaman industrinya dalam. Ia pernah di Astra selama enam tahun. Prestasinya di Astra membuatnya dikirim sekolah ke Jerman. Ke Stuttgart.

“Latar belakang Anda di mesin. Mengapa masuk ke desain baterai?”

“Saya tidak masuk ke bagian kimianya. Meski saya juga bisa. Saya masuk ke bagian baterai yang menggunakan prinsip-prinsip mesin,” katanya.

”Rumah” baterai yang ia patenkan itu harus mengutamakan presisi, kekuatan dan keamanan –termasuk keamanan dari kebakaran. Semua itu, katanya, prinsip dasar permesinan.

Berarti Kang Dasep masih memikirkan mobil listrik yang ia pernah melahirkannya. Hanya beda bidang. “Silakan semua orang bikin mobil listrik, saya membuat otaknya,” katanya.

Kang Dasep menunjukkan betapa rumit ”rumah” baterai itu sekarang ini. Ia menunjukkan desain baterai di mobil Tesla. Yang ia ciptakan jauh lebih sederhana dari itu tanpa mengurangi fungsi ”rumah” itu. Baik kekuatannya maupun keamanannya. Kang Dasep mengintegrasikan sistem pendingin baterai di ”rumah”-nya itu.

Rumah Ahmadi

Yang ingin ia capai adalah: bisa membantu desain baterai agar charging mobil listrik bisa secepat mobil bensin isi BBM. Material dan pendinginan sangat menentukan. Secara teori Denza maupun Tesla bisa charging dalam 10 menit untuk terisi 80 persen. Tapi kenyataannya masih 45 menit. Itu pun kalau charging-nya ultra fast charging. Teknologi baterainya sudah 10C. Hanya kenyataan dalam praktik kapasitas 10C itu terpakai 2C atau 3C.

Saat kuliah di ITB (mesin), Kang Dasep lulus dengan IPK 4,2. Saya pun menyampaikan pujian atas nilainya itu. Ia merendah. “Kalau dulu tidak jadi aktivis bisa lebih tinggi,” katanya.

“Waktu jaman saya skala nilai di ITB masih maksimum 5, jadi saya 4,2. Kemudian berikutnya di ITB setelah zaman saya skalanya diubah maksimum 4,” jelas Dasep saat saya konfirmasi ulang soal IPK 4,2.

Tapi Dasep tidak menyesali pernah jadi aktivis. “Bermasyarakat itu penting. Untuk apa nilai lebih tinggi tapi tidak banyak manfaat,” katanya.

Salah satu yang memakan perhatiannya saat mahasiswa: jadi pengurus masjid Salman ITB. Ia jadi ketua bidang teknologi terapan.

Setengah hari penuh saya bersama Kang Dasep Senin lalu. Saya ajak ia makan siang di masakan Hungaria. Sebenarnya ia sedang puasa Senin-Kamis tapi saya menggodanya: “dengan membatalkan puasa Anda dapat dua pahala,” kata saya.

“Pahala puasanya tetap dapat, pahala menyenangkan orang lain juga dapat,” kata saya agak ngawur. Intinya: saya kangen sekali dengan Kang Dasep. Ingin ngobrol panjang.

Saya pilih masakan Hungaria hanya karena lokasinya. Di sebelah klinik stem cell dr Yanti di ArtHotel, Gatot Subroto. Setelah itu Kang Dasep saya ajak podcast di lantai 19 gedung Menara Global. Saya bisa pinjam studio podcast di situ: milik IDN Times. Wartawan senior Uni Lubis, menjabat pemred di situ.

Setelah punya hak paten internasional itu Kang Dasep akan terus fokus ke seputar teknologi baterai. Ia akan terus jualan otak.

“Apakah tidak masygul kini melihat mobil listrik asing menguasai pasar Indonesia?

“Itulah dulu yang terus kita bahas. Pasar mobil kita, mobil bensin, sudah dikuasai merek asing. Kini kita punya kesempatan di mobil listrik,” katanya waktu itu. “Kalau saatnya tiba jangan sampai mobil listrik pun dikuasai asing. Ini waktunya kita siap-siap untuk tidak terantuk batu kedua kalinya,” ujar Kang Dasep mengutip upaya yang dilakukan 13 tahun lalu.

Ternyata, 13 tahun kemudian, kita masuk lubang yang sama.

“Kita tidak usah protes. Jalannya hidup bangsa kita memang harus begitu,” katanya. “Kita harus tetap berbuat sesuatu,” tambahnya.

Bahwa ia kini menciptakan desain di baterai itu karena sangat mungkin dicapai: pasar kita sangat besar. Sumber material kita, nikel, sangat besar. Kemampuan SDM kita juga besar. “Tiga-tiganya ada di negara kita,” katanya.

Dengan menciptakan ”rumah” baterai yang diintegrasikan dengan sistem pendinginnya Kang Dasep tidak perlu memikirkan jenis baterai yang mengisinya. Bisa lithium fosfat, bisa lithium nikel, bisa solid state, bisa sodium. Apa pun baterainya, pakai ”rumah” baterai Ahmadi. (Dahlan Iskan)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.