Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan penguatan perempuan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B).
Wamen Isyana mengemukakan dalam pelaksanaan program MBG 3B, Kemendukbangga/BKKBN memperkuat distribusi dan edukasi melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri atas bidan, kader PKK, dan kader KB yang mayoritas merupakan perempuan yang berada di garis depan pendampingan keluarga.
“Hampir 70 persen PKB (Penyuluh Keluarga Berencana) dan PLKB (Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana) Kemendukbangga/BKKBN yang tersebar di seluruh Indonesia adalah perempuan. Jadi, perempuan adalah ujung tombak untuk menjalankan berbagai program, salah satunya MBG untuk 3B,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, peran PKB dan PLKB menegaskan kontribusi strategis perempuan dalam memastikan keberhasilan program hingga tingkat akar rumput, mulai dari memastikan pemenuhan gizi hingga mendorong perubahan perilaku di tingkat rumah tangga.
Baca juga: BGN: MBG segar dibagi 5 hari untuk anak sekolah, 3T diberi MBG kering
Secara nasional, TPK berjumlah sekitar 200 ribu tim atau setara dengan 600 ribu orang yang bekerja dengan dukungan sekitar 17 ribu PKB dan PLKB, sehingga menjadikan perempuan sebagai kekuatan utama dalam implementasi program di lapangan.
“Melalui penguatan peran perempuan dan pendekatan berbasis keluarga, program MBG 3B diharapkan tidak hanya meningkatkan status gizi ibu dan anak, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” katanya.
Ia berharap, melalui program MBG khusus 3B dapat menghasilkan anak yang tangguh dan berkualitas.
“Program MBG ini menyasar kelompok pada fase 1.000 hari pertama kehidupan, periode emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak. Program ini juga sejalan dengan Astacita keempat Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi Indonesia maju,” ucap Isyana.
Berdasarkan mandat Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 Pasal 47, menegaskan pentingnya distribusi MBG untuk 3B, yang menjadi salah satu intervensi penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Oleh karena itu, Kemendukbangga/BKKBN memperkuat komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi berbasis siklus hidup keluarga, khususnya pada periode penting sejak kehamilan hingga balita.
Baca juga: DPPKB Samarinda perkuat manfaat MBG 3B untuk cegah stunting baru
Baca juga: Mendukbangga sebut pentingnya pengawasan distribusi MBG 3B di SPPG
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.