Tue,28 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kue Adrem, Jajanan Tradisional Khas Bantul yang Dikenal dengan Nama ‘Nyeleneh’

Kue Adrem, Jajanan Tradisional Khas Bantul yang Dikenal dengan Nama ‘Nyeleneh’

kue-adrem,-jajanan-tradisional-khas-bantul-yang-dikenal-dengan-nama-‘nyeleneh’
Kue Adrem, Jajanan Tradisional Khas Bantul yang Dikenal dengan Nama ‘Nyeleneh’
service

28 April 2026 12.00 WIB • 2 menit

Kue Adrem, Jajanan Tradisional Khas Bantul yang Dikenal dengan Nama ‘Nyeleneh’


Bagi Kawan yang berasal dari Bantul dan sekitarnya, atau pernah berkunjung ke daerah ini sebelumnya, apakah tahu tentang jajanan tradisional khas yang bernama kue adrem? Kudapan ini merupakan salah satu jajanan tradisional yang berasal dari daerah tersebut.

Bagi sebagian orang, kue adrem mungkin lebih dikenal lewat nama lainnya. Sebab nama lain kue adrem cukup “nyeleneh” jika dibandingkan dengan kuliner lain yang ada di Indonesia.

Meskipun demikian, kue adrem ternyata memiliki tempatnya tersendiri di tengah masyarakat. Apalagi kuliner tradisional tersebut diketahui juga memiliki nilai filosofis yang mendalam.

Bagaimana ulasan lebih lanjut terkait kue adrem khas Bantul tersebut? Simak ulasan terkait jajanan tradisional khas Bantul ini dalam artikel berikut.

Mengenal Kue Adrem, Jajanan Tradisional Khas Bantul

Kue adrem adalah salah satu jajanan tradisional yang berasal dari daerah Bantul, Yogyakarta. Kudapan ringan ini umumnya dijumpai di daerah Sanden dan sekitarnya.

Pada dasarnya, kue adrem merupakan kudapan yang terbuat dari tiga bahan utama, yakni tepung beras, kelapa parut, dan gula merah. Ketiga bahan ini nantinya akan dicampur, dicetak, dan dimasak dengan cara digoreng.

Dikutip dari Portal Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, dulunya kue adrem dijumpai pada saat waktu panen tiba. Saat musim panen ini, banyak penjual kue adrem yang menjajakan dagangannya di sawah maupun lahan pertanian masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, kue adrem tidak hanya dapat dijumpai pada momen panen saja. Pada saat ini sudah banyak penjual yang menjual kudapan ini, seperti di pasar tradisional dan lainnya.

Umumnya masyarakat mengonsumsi kue adrem sebagai cemilan di sela waktu luang. Tidak jarang kudapan dengan cita rasa gurih dan manis ini juga sering disajikan saat ada acara atau hajatan yang digelar di tengah masyarakat.

Dikenal dengan Nama yang “Nyeleneh”

Jika nama kue adrem dirasa masih asing di telinga, apakah Kawan cukup familiar dengan kudapan lainnya yang bernama tolpit? Nah, kue adrem dan tolpit ini sebenarnya merujuk pada satu jenis jajanan yang sama.

Tolpit atau kontol kejepit merupakan nama lain yang disematkan pada kuliner yang satu ini. Penamaan ini sendiri merujuk pada bentuk kue adrem yang dianggap menyerupai skrotum alat kelamin pria.

Bentuk ini sendiri muncul dari proses pembuatan kue adrem. Saat membuat jajanan ini, adonan yang ada di dalam penggorengan nantinya akan dijepit dengan menggunakan sumpit.

Hal ini bertujuan agar kue adrem bisa mengembang saat proses penggorengan. Oleh sebab itu, bentuk kue adrem akhirnya menyerupai skrotum alat kelamin pria.

Memiliki Nilai Filosofis yang Mendalam

Meskipun memiliki nama lain yang cukup unik dan “nyeleneh,” kue adrem ternyata memiliki nilai yang lebih dari sekadar kudapan atau cemilan saja. Lebih jauh, kue tradisional khas bantul ini ternyata juga memiliki nilai filosofis mendalam yang terkandung di dalamnya.

Masih dari laman Portal Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, kue adrem dianggap sebagai simbol pengampunan dan pengayoman, tidak hanya di dunia, tetapi juga setelah kematian nantinya.

Kue adrem disimbolkan sebagai bentuk pengayoman dan pengharapan agar hidup yang dijalani bisa adhem dan ayem. Selain itu, kue adrem khas Bantul juga sering disimbolkan sebagai bentuk penghormatan pada Dewi Sri atas hasil panen yang melimpah.

Tidak heran, jajanan tradisional khas bantul ini ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada 2025 lalu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.