Jakarta, Arina.id—Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan bahwa persiapan Muktamar Ke-35 NU terus berjalan meski sejumlah keputusan penting belum ditetapkan secara resmi.
Ia menegaskan hingga saat ini belum ada surat keputusan (SK) terkait pelaksanaan muktamar, termasuk penentuan lokasi.
“Belum ada, belum ada SK dan lain-lain. Persiapan jalan terus,” kata Gus Yahya usai Konferensi Pers di Gedung PBNU, Jumat (10/4).
Mengenai lokasi Muktamar, Gus Yahya mengatakan semuanya masih sebatas usulan. Salah satunya muncul saat dirinya bersilaturahmi dengan Pengasuh Pesantren Ploso, KH Nurul Huda Djazuli yang mengusulkan agar muktamar digelar di kawasan Pondok Pesantren Lirboyo.
“Tempatnya belum ada. Semuanya baru rencana misalnya saya sowan KH Nurul Huda Djazuli yang mengatakan: Saya usul tempatnya di Lirboyo,” ungkapnya.
Selain Lirboyo, terdapat usulan lain yang mengemuka, seperti di Jakarta dan Surabaya.
“Itu usulnya Kiai Djazuli. Lalu ada usul lain di Jakarta, Surabaya,” jelasnya.
PBNU memastikan bahwa seluruh opsi akan dikaji secara matang sebelum keputusan final ditetapkan melalui mekanisme organisasi.
“Nanti kita bicarakan dalam forum diskusi,” pungkas Gus Yahya.
Sebelumnya, Gus Yahya melakukan safari Lebaran 1447 H ke sejumlah kiai sepuh di Jawa Timur pada Sabtu (28/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meminta nasihat sekaligus membicarakan arah jam’iyah menjelang Muktamar Ke-35 NU.
Gus Yahya mengunjungi sejumlah pesantren besar, di antaranya Pondok Pesantren Ploso Kediri, Pondok Pesantren Lirboyo, Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, dan Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan. Ia juga berziarah ke makam para pendiri Nahdlatul Ulama di Jombang, mulai dari Tebuireng, Tambakberas, hingga Denanyar.
Dalam pertemuan itu pula, Gus Yahya menyebut Kiai Da mengusulkan agar Muktamar Ke-35 NU digelar di lingkungan pesantren, bahkan secara spesifik menunjuk Pesantren Lirboyo sebagai tempat penyelenggaraan.
“Kiai Nurul Huda Djazuli dawuh agar Muktamar ke-35 NU dilaksanakan di pesantren. Bahkan secara spesifik beliau mengusulkan di Pesantren Lirboyo,” kata Gus Yahya.





Comments are closed.