KABARBURSA.COM – BYD Seal sebagai Sedan listrik premium menuai sorotan usai munculnya cuitan Politikus Indonesia, Akbar Faizal. Melalui akun X @akbarfaizal68, ia menceritakan kekecewaan atas masalah teknis pada BYD Seal yang dimilikinya.
Bukan cuma itu, Akbar Faizal juga menyatakan kurang puas terhadap layanan dari perusahaan asuransi PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk, serta pihak leasing PT Clipan Finance Indonesia Tbk.
“Hebat dalam jualan tapi parah abis dalam pelayanan pasca penjualan. Itulah @BYDCompany Indonesia, Sudirman. Dan, PT @clipan_official serta perusahaan asuransi @Asuransimag_ sempurnakan kerusakannya,” ujarnya di X yang diunggah, 10 April 2026.
Akbar kemudian mengaku bahwa ia meminang Seal varian Premium (Extended Range) di jaringan dealer BYD di kawasan Sudirman, Jakarta pada akhir tahun lalu. Masalah yang ia rasakan pada BYD Seal yaitu rasa kurang nyaman karena terasa oleng saat dikendarai.
Kondisi sedan listrik tersebut, membuat Akbar menghubungi berbagai pihak yang terlibat dalam pembelian BYD Seal, untuk meminta perbaikan dan tanggung jawab. Namun, ketiga pihak, baik BYD, Clipan Finance, dan Asuransi MAG disebut saling lempar masalah tersebut.
“Saya beli mobil BYD Seal premium di kantor penjualan Sudirman secara kredit via leasing Clipan Finance. Desember 2025. Mobil bermasalah (oleng joget). Pihak BYD, leasing, asuransi dan bengkel yang dipilih BYD saling lempar tanggungjawab. Dua bulan lebih mobil saya tak jelas nasibnya hingga ditangani bengkel mereka,” lanjut Akbar melanjutkan.
Anggota DPR RI periode 2009-2013 dan 2014-2019 tersebut juga menjelaskan, masalah BYD Seal miliknya tidak membaik meskipun telah masuk bengkel resmi BYD.
Karena merasa tak puas, Akbar enggan membayar kredit BYD Seal karena dirasa masalah oleng tidak teratasi.
“Ternyata mereka salah analisa dan ‘jogetnya’ makin parah. Saya kembalikan ke mereka lagi. Sudah masuk bulan ke-4 tanpa kejelasan. Pada Maret, untuk pertama kalinya saya ambangkan cicilan meski tetap saya bayar. Namun per April, saya tak mau bayar. Pihak Clipan Finance seperti orang gila menelepon menagih. Mereka gunakan puluhan nomor. Kuabaikan,” terangnya.
Kekecewaan atas produk mobil listrik besutan merek China tersebut, bukan hanya soal perbaikan. Tapi, karena pihak leasing seperti tidak peduli kondisi produk milik konsumennya.
Akbar juga bilang, telah melayangkan somasi ke pihak BYD, Clipan Finance dan Asuransi MAG guna menyelesaikan masalah yang terjadi.
“Hari ini, Jumat 10 April Clipan kirim surat peringatan pertama. Mereka tak peduli nasib mobil saya. Jika mau tarik mobil itu, sekarang ada di halaman kantor kalian atau di bengkel payah yang kalian pilih,” ungkapnya.
“Hari ini pula saya telah kirim somasi kepada tiga pihak ini: @BYDCompany, @clipan_official @Asuransimag_. Segera bertanggungjawab. Saya meminta @OJKRI mulai bekerja serius menangani perusahaan payah seperti ini. Itu tugas kalian. @kemenkeu @DPR_RI,” tambah Akbar.
Sebagai informasi, BYD Seal varian Premium (Extended Range) mengusung motor listrik berdaya 230 kW (Kilowatt) dengan torsi mencapaoi 360 Nm dan baterai berkapasitas 82,56 kWh (Kilowatt-hour). Seal diklaim mampu menjangkau jarak 650 kilometer.
Berdasarkan laman resminya, pembelian BYD Seal yang ditawarkan Rp639 juta on the road Jakarta, disertai garansi enam tahun atau 150.000 km untuk kendaraan, delapan tahun atau 160.000 km dengan State of Health (SoH) di atas 70 persen untuk traksi baterai, dan delapan tahun atau 150.000 km untuk unit penggerak (drive unit).(*)





Comments are closed.