Ditulis oleh Hutama Prayoga •
KABARBURSA.COM – Harga emas global dan logam mulia berpeluang menurun dikarenakan adanya pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran.
Pengamat ekonomi, mata uang & komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan pada perdagangan Sabtu, 11 April 2026, harga emas dunia ditutup di level USD4.749 per troy ounce, kemudian logam mulia berada di harga Rp2.860.000 per gram.
Dalam skenario koreksi, Ibrahim melihat level support terdekat emas dunia pada pekan depan berada di USD4.638 per troy ounce. Sejalan dengan itu, logam mulia juga berpotensi menurun.
“Logam mulianya di level Rp2.840.000 Rupiah per gram, Kemungkinan ada penurunan Rp20.000,” ujar dia dalam keterangannya, Minggu, 12 April 2026.
Jika tekanan berlanjut, Ibrahim memprediksi harga emas dunia bisa menyentuh hingga level USD4.358 per troy ounce. Sedangkan logam mulia berpeluang turun ke harga Rp2.780.000 per gram.
Namun demikian, peluang penguatan tetap ada. Ibrahim menyampaikan, pada skenario kenaikan, level resistance pertama emas dunia berada di USD4.897 per troy ounce.
“Kemungkinan besar akan ada kenaikan USD20.000,” terangnya.
Jika mampu menembus level tersebut, harga emas global diprediksi berpotensi melanjutkan penguatan hingga menembus level USD5.000 atau tepatnya USD5.138 per troy ounce.
Kenaikan tersebut juga diperkirakan akan mendorong harga logam mulia naik ke Rp2.880.000 per gram. Bahkan berpotensi mencapai Rp3.100.000 per gram pada pekan depan.
Dari sisi fundamental, Ibrahim menyoroti adanya potensi pertemuan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan.
“Perundingan tersebut akan menghasilkan jeda waktu perang selama dua minggu dan kemungkinan besar bisa dipermanenkan,” tuturnya.
Jika skenario tersebut berjalan, dampaknya dinilai signifikan terhadap pasar komoditas global. Menurut Ibrabim, penurunan tensi geopolitik bisa menekan harga minyak dunia yang berimbas ke penurunan inflasi global.
“Turunnya harga inflasi, berarti Bank Central Amerika kemungkinan besar akan menurunkan suku bunga,” pungkas dia. (*)





Comments are closed.