Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Harga Plastik Naik Gila-gilaan Dampak Konflik Timteng, UMKM Harus Putar Otak

Harga Plastik Naik Gila-gilaan Dampak Konflik Timteng, UMKM Harus Putar Otak

harga-plastik-naik-gila-gilaan-dampak-konflik-timteng,-umkm-harus-putar-otak
Harga Plastik Naik Gila-gilaan Dampak Konflik Timteng, UMKM Harus Putar Otak
service

Jakarta, Arina.id—Konflik geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Teluk memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Salah satunya terlihat dari lonjakan harga plastik yang mencapai 30–80 persen hingga April 2026.

Kenaikan ini dipicu oleh tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor untuk produksi plastik, yang mencapai sekitar 60 persen. Kondisi tersebut turut menekan pendapatan pelaku UMKM.

Pakar Ekonomi Koperasi dan UMKM dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Atik Purmiyati menyebutkan bahwa sektor makanan dan minuman menjadi yang paling terdampak. 

Kondisi ini menjadi lebih parah dengan terbatasnya modal usaha dan sumber daya manusia yang pelaku usaha UMKM miliki  dalam menghadapi kenaikan harga secara tiba-tiba. 

“Kenaikan harga plastik akan menambah biaya produksi hingga dapat menggerus keuntungan usaha,” ujar Atik dikutip laman resmi Unair, Minggu (12/4).

Berbagai strategi dapat ditempuh seperti pengurangan volume produk tanpa perlu menaikkan harga. Selain itu, melakukan diversifikasi pasar, sampai substitusi plastik ke bahan ramah lingkungan seperti kemasan biodegradable dari pati jagung, tebu, singkong (cassava bag) dan serat nanas. Akan tetapi, penggunaan kemasan ramah lingkungan bagi UMKM masih kurang masif. 

“Oleh karena itu, perlu adanya edukasi besar-besaran untuk menumbuhkan pemakaian kemasan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Edukasi, kata Atik, dapat berlangsung melalui dorongan kepada konsumen untuk menggunakan tas belanja ulang pakai, menerapkan prinsip isi ulang (refill), serta wadah makanan sendiri.

Atik mengatakan dalam perspektif ekonomi perilaku (behavior economics), perubahan pola konsumsi masyarakat dapat mempengaruhi permintaan pasar. Hal itu juga mendorong produsen untuk beradaptasi dengan preferensi konsumen lebih ramah lingkungan. 

“Pembelian bahan kemasan ramah lingkungan secara kolektif oleh beberapa pelaku usaha dalam jumlah yang besar juga diperlukan sehingga bisa mendapatkan harga lebih murah (economies of scale),” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.