Sun,10 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. PCNU Aceh Utara Soroti Bantuan Pascabanjir, Penyintas Harap Bantuan Jatah Hidup Segera Cair

PCNU Aceh Utara Soroti Bantuan Pascabanjir, Penyintas Harap Bantuan Jatah Hidup Segera Cair

pcnu-aceh-utara-soroti-bantuan-pascabanjir,-penyintas-harap-bantuan-jatah-hidup-segera-cair
PCNU Aceh Utara Soroti Bantuan Pascabanjir, Penyintas Harap Bantuan Jatah Hidup Segera Cair
service

Aceh Utara, NU Online

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Aceh Utara menyoroti lambannya pencairan bantuan bagi penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara. Hingga kini, bantuan jatah hidup (jadup), pemulihan ekonomi, dan isi hunian belum juga diterima masyarakat, meski bencana telah berlalu lebih dari lima bulan.

Di sejumlah wilayah terdampak seperti Kecamatan Muara Batu, warga masih bertahan dalam keterbatasan. Bantuan bahan pangan yang sebelumnya rutin diberikan kini mulai berkurang, sementara kebutuhan dasar masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi.

Sekretaris Desa Bungkah, Zulkarnaini, menyebutkan masyarakat terus mempertanyakan kejelasan bantuan yang dijanjikan pemerintah. Hal senada disampaikan Keuchik Ulee Madon, Zulfikri Idris, yang mengaku kerap menerima keluhan warga.

“Kami hanya bisa meminta masyarakat bersabar. Data sudah diserahkan ke pemerintah kabupaten, sekarang tinggal menunggu realisasi,” ujarnya kepada NU Online, Rabu,(15/4/2026).

Koordinator bantuan PCNU Aceh Utara Abati Mukhtar mnegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak.

Menurutnya, kondisi di hunian sementara (huntara) masih jauh dari layak, terutama karena minimnya fasilitas dasar seperti dapur dan perlengkapan rumah tangga.

“Bantuan jadup, pemulihan ekonomi, dan isi hunian ini sangat penting. Ini bukan sekadar program, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari bencana,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa keterlambatan pencairan dapat berdampak luas terhadap kondisi sosial dan ekonomi warga. Oleh karena itu, PCNU Aceh Utara mendorong adanya percepatan proses penyaluran bantuan serta peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Sinergi harus diperkuat agar bantuan tidak terhambat di tingkat administrasi. Transparansi juga penting agar masyarakat merasa dilibatkan dan tidak kehilangan kepercayaan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara Fakhrurradhi menyatakan bahwa pemerintah daerah telah mengusulkan bantuan kepada Kementerian Sosial RI untuk 4.043 warga terdampak banjir.

“Kami sudah mengusulkan bantuan sekitar dua pekan lalu. Saat ini kami masih menunggu jadwal pencairan dari kementerian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyaluran bantuan nantinya akan dilakukan melalui Kantor Pos Indonesia, dan pihaknya akan segera mengumumkan jadwal kepada masyarakat setelah dana tersedia.

PCNU Aceh Utara juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana. Menurut mereka, solidaritas sosial menjadi kekuatan penting di tengah keterbatasan yang masih dirasakan warga.

Selain itu, PCNU menekankan bahwa penanganan pascabencana harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi juga menyentuh pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat secara menyeluruh.

“Bencana mungkin telah berlalu, tetapi dampaknya masih dirasakan hingga hari ini. Karena itu, kehadiran semua pihak sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa segera bangkit,” tutup Abati Mukhtar.

Dengan kondisi yang ada, masyarakat Aceh Utara kini berharap agar bantuan yang dijanjikan segera terealisasi, sebagai langkah awal untuk kembali menata kehidupan yang sempat terpuruk akibat bencana banjir.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.