Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. Satelit AI China Diduga Jadi Alat Iran Bidik Pangkalan Militer AS

Satelit AI China Diduga Jadi Alat Iran Bidik Pangkalan Militer AS

satelit-ai-china-diduga-jadi-alat-iran-bidik-pangkalan-militer-as
Satelit AI China Diduga Jadi Alat Iran Bidik Pangkalan Militer AS
service


Foto: MizarVision

Teknologi.id – Isu penggunaan kecerdasan buatan dalam konflik militer kembali mencuat. Kali ini, laporan intelijen Amerika Serikat menyebut adanya dugaan bahwa Iran memanfaatkan teknologi citra satelit berbasis AI dari perusahaan China untuk menentukan target serangan di Timur Tengah. Dugaan ini menambah ketegangan geopolitik yang sudah tinggi di kawasan tersebut.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh sumber internal dari Defense Intelligence Agency (DIA), badan intelijen militer di bawah Pentagon. Menurut sumber tersebut, teknologi AI memungkinkan Iran mengidentifikasi target militer dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibanding metode konvensional.

Peran AI dalam Analisis Target Militer

Teknologi yang dimaksud bukan sekadar citra satelit biasa. Dengan bantuan AI, data visual dapat dianalisis untuk mengenali objek penting seperti sistem pertahanan udara, pesawat tempur, hingga radar militer. Hal ini membuat proses identifikasi target menjadi lebih cepat dan akurat.

Intelijen AS menduga Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memanfaatkan data tersebut untuk menentukan sasaran serangan, baik menggunakan rudal maupun drone. Penggunaan AI dalam konteks ini dianggap sebagai lompatan besar dalam strategi militer modern.

Baca juga: Iran Terapkan Tol Bitcoin di Selat Hormuz, Biaya Tembus Rp32 Miliar

Jejak Publikasi Citra Satelit

Sorotan utama mengarah pada perusahaan AI geospasial asal China, MizarVision. Perusahaan ini dilaporkan mempublikasikan citra satelit sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah, lengkap dengan penandaan detail lokasi strategis.

Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi. Dalam beberapa hari sebelum konflik memanas, citra satelit pangkalan tersebut diunggah berulang kali di media sosial China, Weibo.

Pada salah satu unggahan, terlihat lokasi sistem pertahanan rudal Patriot. Unggahan lain menunjukkan posisi puluhan pesawat militer di area tersebut. Menariknya, tidak lama setelah publikasi terakhir, pangkalan tersebut menjadi target serangan yang menyebabkan korban dari pihak militer AS. Peristiwa ini memunculkan dugaan bahwa data yang dipublikasikan tersebut dimanfaatkan untuk menentukan prioritas target secara lebih efektif.

Bukan Sekadar Bisnis?

Pengamat keamanan dari Elliott School of International Affairs, Michael Dahm, menilai bahwa model bisnis perusahaan seperti MizarVision patut dipertanyakan. Ia menyoroti praktik distribusi data secara gratis yang dianggap tidak lazim bagi perusahaan komersial.

Menurutnya, jika sebuah perusahaan terus membagikan data bernilai tinggi tanpa model monetisasi yang jelas, ada kemungkinan pihak lain yang mendukung operasional tersebut. Hal ini memicu spekulasi adanya kepentingan strategis di balik aktivitas tersebut. Di sisi lain, China memang memiliki hubungan ekonomi yang erat dengan Iran, terutama dalam sektor energi. 

Baca juga: Efek ‘Kodok Direbus’: Studi Ungkap AI Turunkan Berpikir Kritis

Bantahan dari Pemerintah China

Menanggapi tudingan tersebut, pemerintah China membantah adanya keterlibatan dalam aktivitas militer Iran. Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa perusahaan di negaranya beroperasi sesuai hukum yang berlaku.

Mereka juga menyebut bahwa citra satelit yang dipublikasikan berasal dari sumber terbuka, yang merupakan praktik umum dalam industri teknologi. China menilai tudingan tersebut sebagai upaya mengaitkan negaranya dengan konflik secara tidak berdasar.

Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan ini, satu hal menjadi jelas: AI kini memainkan peran penting dalam dinamika perang modern. Kemampuan analisis data yang cepat dan akurat menjadikan teknologi ini sebagai aset strategis yang tidak bisa diabaikan.Jika teknologi ini terus berkembang, bukan tidak mungkin konflik di masa depan akan semakin dipengaruhi oleh AI, bukan hanya kekuatan militer konvensional.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News

(ir/sa)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.