Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Optimisme Menuju Piala Dunia 2030 Menguat dalam Water Break PSSI Pers

Optimisme Menuju Piala Dunia 2030 Menguat dalam Water Break PSSI Pers

optimisme-menuju-piala-dunia-2030-menguat-dalam-water-break-pssi-pers
Optimisme Menuju Piala Dunia 2030 Menguat dalam Water Break PSSI Pers
service

17 April 2026 10.46 WIB • 2 menit

Optimisme Menuju Piala Dunia 2030 Menguat dalam Water Break PSSI Pers


PSSI memanfaatkan momentum ulang tahun ke-96 sebagai ajang refleksi sekaligus penguatan optimisme menuju Piala Dunia 2030, melalui Water Break PSSI Pers yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan sepak bola nasional di Jakarta.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia genap berusia 96 tahun pada 19 April 2026. Perjalanan panjang ini diwarnai dinamika prestasi dan tantangan yang terus membentuk wajah sepak bola nasional.

Dalam rangka peringatan tersebut, PSSI Pers menggelar diskusi bertajuk “96 Tahun PSSI: Fondasi Piala Dunia 2030” di GBK Arena, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan lintas sektor dalam ekosistem sepak bola Indonesia.

Diskusi perdana ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain:

1. Komite Eksekutif PSSI – Hasnuryadi Sulaiman

2. Mantan Pemain Timnas Indonesia – Rochy Putiray

3. Pengamat Sepak Bola – Hadi Gunawan

4. Wartawan Sepak Bola Senior – Kesit B. Handoyo

Dan turut Dihadiri oleh:

1. Ketua Umum PSSI periode 2023-2027 – Erick Thohir

2. Direktur Utama I.League – Ferry Paulus

3. Ketua Umum FFI – Michael Sianipar

4. Direktur Utama GSI – Marsal Masita

5. Direktur Kompetisi I.League – Asep Saputra

Perjalanan PSSI selama hampir satu abad tidak selalu mulus. Ada pencapaian yang patut diapresiasi, namun juga kegagalan yang menyisakan kekecewaan, termasuk belum berhasilnya Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengakui perjalanan sepak bola Indonesia belum sepenuhnya ideal. Namun ia menilai ada capaian yang layak diapresiasi dalam beberapa waktu terakhir.

“Liga menunjukkan performa yang lebih baik. Indikatornya, peringkat kita naik ke posisi 18 dari sebelumnya 25,” kata Erick dalam sambutannya.

“Untuk tim nasional, kita memang belum konsisten. Tetapi, bukan berarti program berhenti. Tim U-17 terus berjalan bersama pelatih, tim putri juga terus didorong,” ujarnya.

Tanamkan optimisme

Erick turut menanamkan optimisme terkait peluang Indonesia tampil di Piala Dunia 2030. Ia menyebut kehadiran pelatih John Herdman sebagai bagian dari upaya membangun fondasi baru.

“Terakhir, kita harus punya mimpi. Memang mimpi tidak mudah, tetapi harus diperjuangkan. Jika kita berbicara tentang Piala Dunia 2030, itu juga menjadi mimpi kita bersama,” kata dia.

Pengamat sepak bola Hadi ‘Ahay’ Gunawan menilai peluang Indonesia kini lebih terbuka dibanding masa lalu. Ia menyoroti peningkatan kualitas tim dalam beberapa tahun terakhir.

“Jika kita melihat ke tahun 1985, saat itu level kita tidak kalah dari Korea Selatan dan Jepang. Masyarakat pun masih melihat Indonesia setara dengan mereka,” kata Ahay.

Ia juga menilai perkembangan signifikan terjadi menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Menurutnya, kualitas tim saat ini termasuk salah satu yang terbaik dalam sejarah Indonesia.

“Kualitas kita meningkat dan mulai setara dengan negara-negara Asia lainnya. Menurut saya, secara tim, ini adalah salah satu tim terbaik yang pernah dimiliki Indonesia,” ujarnya.

Ada progres positif

Anggota Komite Eksekutif PSSI Hasnuryadi Sulaiman menyebut progres positif mulai terlihat. Ia menilai target menuju Piala Dunia 2030 kini semakin realistis.

“Jika tahun 1985 dianggap sebagai tim terbaik, maka menurut saya tim saat ini adalah yang terbaik yang kita miliki. Kita harus yakin bahwa pada 2030 kita bisa lolos ke Piala Dunia,” kata  Hasnur.

Sementara itu, jurnalis senior Kesit Budi Handoyo menyoroti besarnya antusiasme publik terhadap Timnas Indonesia. Ia menilai pencapaian ke Piala Dunia akan menjadi kebanggaan terbesar bagi sepak bola nasional.

“Masyarakat selalu menantikan pertandingan Indonesia,” ujar Kesit.

Mantan pemain Timnas Indonesia Rochy Putiray menekankan pentingnya dukungan penuh terhadap tim. Ia mengingatkan agar publik tidak hanya fokus pada kritik, tetapi juga memberi motivasi.

“Jangan hanya mencari kesalahan. Yang penting adalah bagaimana membuat mereka lebih kuat dan termotivasi ke depan,” kata Rochy.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.