Jakarta, Arina.id—Kondisi geopolitik Timur Tengah yang masih memanas akibat konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat sempat menimbulkan kekhawatiran calon jemaah haji 2026.
Situasi ini memicu kecemasan beberapa calon jemaah haji mandiri bahkan sempat bimbang dengan kepastian keberangkatan mereka.
Menjawab kegelisahan tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan bahwa pelaksanaan ibadah haji tetap dalam kondisi aman.
“Sampai hari ini, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memastikan bahwa semuanya dalam kondisi baik saja semuanya bisa dikendalikan,” ungkap Dahnil kegiatan pelepasan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (17/4).
Dahnil berkeyakinan bahwa negara-negara yang tengah berkonflik saat ini memahami bahwa ibadah haji membawa pesan perdamaian. Menurutnya, haji sejatinya juga mengandung nilai kesetaraan serta perlindungan terhadap perempuan.
“Saya meyakini ada pesan perdamaian, dan saya berkeyakinan para pemimpin sekarang bisa menangkap pesan tersebut,” ucap Dahnil.
Menurut Dahnil, yang terpenting saat ini petugas haji fokus melayani jemaah haji mengingat sebagian jemaah masuk kategori risti (resiko tinggi) sehingga perlu pelayanan ekstra.
“Yang paling penting, hari ini kami mengirim lebih dari 400 petugas secara bertahap. Mereka harus fokus penuh dalam melayani jemaah. Kenapa? Karena sekitar 177 ribu jamaah kita termasuk kategori berisiko tinggi, memiliki penyakit bawaan,” tegasnya.
“Ini tentu membutuhkan pendampingan, tidak hanya secara pemahaman, tetapi juga hal-hal teknis,” tegasnya.
Sebelumnya, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi memastikan pelaksanaan ibadah haji tahun ini akan berlangsung aman.
Faisal menegaskan Arab Saudi sejak masa lalu, masa sekarang dan masa depan akan selalu dalam keadaan aman.
“Dan sekali lagi, pelaksanaan haji (tahun ini) berjalan sesuai rencana pemerintah. Itulah rencana yang akan kita jalankan, tidak ada masalah,” ungkapnya.





Comments are closed.