Arina.id – Iran bakal membuka kembal Selat Hormz sebagai jalur lalu lintas penting pelayaran kapal-kapal komersial negara dunia selama periode negosiasi gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS). Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyambut baik keputusan Iran itu dan menyebutnya sebagai langkah yang tepat. Demikian disampaikan juru bicara PBB Stephane Dujarric, Jumat 17 April 2026.
Di lain pihak, Presiden Donald Trump juga mengatakan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berlaku sampai kesepakatan dengan Teheran diselesaikan, di mana sebagian besar poin disebutnya telah dinegosiasikan.
“Sekretaris Jenderal (PBB) menyambut pengumuman hari ini oleh Republik Islam Iran bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka untuk semua kapal komersial selama sisa masa gencatan senjata. Sekretaris Jenderal menganggap ini sebagai langkah yang tepat,” kata Dujarric.
Seiring dibukanya kembali selat tersebut, PBB menuntut agar semua pihak dalam konflik Timur Tengah menghormati kebebasan navigasi, demikian kata Dujarric.
“Sekretaris Jenderal tetap mendukung penuh upaya diplomatik untuk menemukan jalan damai keluar dari konflik saat ini. Beliau juga berharap bahwa, bersama dengan gencatan senjata, langkah ini akan berkontribusi untuk menciptakan kepercayaan antara para pihak dan memperkuat dialog yang sedang berlangsung yang difasilitasi oleh Pakistan,” kata Dujarric, dikutip dari Sputnik.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Pada 11 April, Iran dan AS mengadakan pembicaraan di Islamabad setelah Trump mengumumkan kesepakatan dengan Teheran tentang gencatan senjata selama dua minggu. Namun, pada 12 April, Wakil Presiden JD Vance mengatakan kedua negara gagal mencapai kesepakatan.
Pada Kamis 16 April 2026 lalu, Trump mengatakan bahwa pertemuan selanjutnya antara Washington dan Teheran bisa berlangsung paling cepat akhir pekan ini.
IRGC memberi sarat bagi kapal yang melewati Selat
Sementara itu, Tasnim, kantor beirta Iran melaporkan angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengumumkan perintah baru terkait pelayaran kapal melalui Selat Hormuz. Komando Angkatan Laut IRGC menyatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa tatanan baru telah ditegakkan di Selat Hormuz, yang isinya sebagai berikut:
1. Kapal sipil hanya akan melewati rute yang telah ditentukan oleh Iran.
2. Kapal militer tetap dilarang melewati selat tersebut.
3. Pergerakan hanya diperbolehkan dengan izin dari Angkatan Laut IRGC.
4. Setiap pergerakan dilakukan sesuai dengan kesepakatan tentang masa tenang di medan perang dan setelah diberlakukannya gencatan senjata Lebanon.
Sebelumnya, sebuah sumber terpercaya yang dekat dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengklarifikasi dimensi baru dari kesepakatan Iran-AS tentang Selat Hormuz di bawah gencatan senjata dua minggu tersebut.
Menurut sumber yang mengetahui hal tersebut, sejak awal gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan, Iran seharusnya mengizinkan sejumlah kapal untuk melintas setiap hari.
Namun, kata sumber tersebut, “setelah gencatan senjata di Lebanon gagal diterapkan dan perjanjian gencatan senjata gagal mencakup (perdamaian antara) Hizbullah dan rezim Zionis Israel, Iran menangguhkan perjanjian tentang lalu lintas kapal melalui Selat tersebut.”
Sumber anonim tersebut juga mengatakan, Teheran telah menetapkan tiga syarat untuk pelayaran kapal melalui Selat Hormuz:
1. Kapal-kapal tersebut haruslah kapal komersial dan pelayaran kapal militer dilarang, serta kapal maupun muatannya tidak boleh terkait dengan negara-negara musuh.
2. Kapal harus melewati rute yang ditentukan oleh Iran.
3. Pelayaran kapal harus dikoordinasikan dengan pasukan Iran yang bertanggung jawab atas pelayaran tersebut; karena CENTCOM, sebelum perang, telah mengkonfirmasi pengelolaan Selat Hormuz oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Sumber yang mengetahui informasi tersebut lebih lanjut menekankan bahwa penerapan beberapa prasyarat, termasuk gencatan senjata di Lebanon, merupakan kunci keputusan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.





Comments are closed.