Tue,21 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Hari Kartini: Keterwakilan Perempuan di Ruang Pengambilan Keputusan Masih Rendah

Hari Kartini: Keterwakilan Perempuan di Ruang Pengambilan Keputusan Masih Rendah

hari-kartini:-keterwakilan-perempuan-di-ruang-pengambilan-keputusan-masih-rendah
Hari Kartini: Keterwakilan Perempuan di Ruang Pengambilan Keputusan Masih Rendah
service

Jakarta, Arina.id—Setiap tanggal 21 April, masyarakat memperingati Hari Kartini sebagai momentum mengenang perjuangan emansipasi perempuan. Meski demikian, kenyataan saat ini menunjukkan bahwa ketimpangan sosial masih membayangi perempuan Indonesia, terutama dalam akses pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi mengatakan berbagai kemajuan yang telah dicapai perempuan kini tidak hanya berperan dalam ranah domestik, tetapi juga aktif di berbagai sektor seperti ekonomi, politik, dan sosial. Namun demikian, tantangan kesetaraan gender masih terus menghadang.

Berdasarkan data terbaru, masih terdapat kesenjangan dalam akses pendidikan, kesehatan, serta partisipasi ekonomi perempuan.

“Keterwakilan perempuan di ruang-ruang pengambilan keputusan juga masih rendah dan perlu ditingkatkan,” kata Arifa dalam amanat peringatan Hari Kartini di kutipan Arina.id, Selasa (21/4).

Pemerintah terus berupaya menghadirkan kebijakan yang inklusif melalui Kementerian PPPA, yang saat ini dipimpinnya sejak tahun 2024. Upaya tersebut mencakup penguatan perlindungan perempuan dan anak, peningkatan layanan publik, serta perluasan program pemberdayaan berbasis masyarakat.

Arifah mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mendorong kesetaraan gender, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Peringatan Hari Kartini bukan sekedar seremoni, tetapi harus menjadi refleksi bersama untuk memastikan perempuan memiliki akses, kesempatan, dan perlindungan yang setara,” ungkapnya.

Menurutnya, penting bagi Negara untuk memastikan perempuan memiliki pilihan, suara, dan kendali atas kehidupannya, sejalan dengan cita-cita Kartini.

“Sebagaimana semangat Kartini“Habis gelap, terbitlah terang. Terang tersebut harus dihadirkan melalui keberpihakan, keberanian, dan kerja nyata bersama,” tandas Arifa.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.