Arina.id – Delegasi Iran dikabarkan tidak ada yang datang ke Islamabad Pakistan dalam perundingan atau negosiasi ke dua dengan Amerika Serikat (AS) yang rencananya dimulai hari ini, Selasa 21 April 2026.
Mengutip siaran televisi Iran, IRIB, pembicaraan upaya damai antara Iran dan AS sedianya digelar pekan ini dengan mediator Pakistan. Negosiasi babak kedua ini dilakukan setelah pada perundingan babak pertama lalu hasilnya gagal membuahkan hasil.
“Sejauh ini, tidak ada delegasi Iran yang bepergian ke Islamabad, Pakistan-baik delegasi utama maupun utusan anak lembaga, primer, atau sekunder manapun,” katanya seperti dikutip Anadolu.
IRIB menambahkan bahwa beberapa laporan media bahwa sebuah delegasi Iran akan pergi ke Pakistan atau bahwa percakapan yang dijadwalkan untuk Senin sore atau Selasa pagi “tidak benar.”
Laporan tersebut juga mengutip komentar pejabat Iran dari hari Minggu malam, mengindikasikan bahwa “berlanjutnya partisipasi dalam percakapan bergantung pada perubahan perilaku Amerika” dan Tehran menolak negosiasi “di bawah bayangan ancaman.”
Pakistan menjadi tuan rumah percakapan antara AS dan Iran tanggal 11-12 April setelah menengahi gencatan senjata 14 hari pada 8 April, yang akan berakhir pada hari Rabu. Upaya untuk putaran negosiasi lain di Islamabad sedang berlangsung, meskipun ketidakpastian masih tetap.
Presiden AS Donald Trump mengatakan “sangat tidak mungkin” bahwa ia akan memperpanjang gencatan senjata, dan blokade angkatan laut akan tetap berlaku sampai perjanjian untuk mengakhiri perang yang dimulai tanggal 28 Februari dicapai.
Trump Ancam ledakan bom jika negosiasi berakhir
Adapun Presiden AS Donald Trump mengancam akan meledakkan “banyak bom” jika gencatan senjata dengan Iran berakhir.
Pada Minggu (19/4), Trump mengatakan delegasi AS sedang menuju Islamabad, Pakistan, untuk putaran kedua negosiasi dengan Iran—setelah putaran pertama perundingan pada 11-12 April lalu gagal menghasilkan kesepakatan.
Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menyatakan negosiasi AS-Iran akan dilanjutkan dalam 24 jam ke depan. Ia menambahkan bahwa perjanjian gencatan senjata dengan Iran, yang berakhir pada 22 April, mungkin diperpanjang.
“Banyak bom akan mulai meledak,” kata Trump kepada PBS News, Senin (20/4), ketika ditanya tentang kemungkinan tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, termasuk di Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan jatuhnya korban sipil. Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Menyusul gagalnya negosiasi pertama pada 12 April di Islamabad, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran, guna memaksa Teheran kembali ke meja perundingan.





Comments are closed.