Fri,24 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Bagaimana Membangun Kedekatan dengan Anak Tiri tanpa Memicu Konflik?

Bagaimana Membangun Kedekatan dengan Anak Tiri tanpa Memicu Konflik?

bagaimana-membangun-kedekatan-dengan-anak-tiri-tanpa-memicu-konflik?
Bagaimana Membangun Kedekatan dengan Anak Tiri tanpa Memicu Konflik?
service

Mubadalah.id – Ada kalanya perkawinan yang tidak mempertimbangkan seluruh aspek menghadapi kendala, salah satunya terkait anak bawaan/ anak tiri.

Kehadiran anak dari hubungan sebelumnya perlu dibicarakan secara mendalam sebelum menikah, mulai dari relasinya dengan calon saudara, dengan orang tua barunya, hingga dengan keluarga besar.

Selain itu, penting juga mendiskusikan bagaimana hubungan anak dengan orang tua yang tidak tinggal serumah. Karakter dasar anak pun perlu dipahami dan didialogkan agar tercipta kesepahaman di antara semua pihak.

Dalam perkawinan kedua, hal ini sering kali terabaikan, padahal anak bawaan maupun anak tiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan.

Oleh karena itu, para pihak yang terlibat perlu membuat kesepakatan bersama, terutama antara orang tua kandung dan orang tua baru. Dengan adanya kesepakatan ini, risiko ketidaknyamanan yang anak rasakan dapat ia minimalisir.

Kemungkinan Perceraian

Bagaimana jika pasangan mulai berpikir untuk menyelesaikan masalah dengan perceraian? Sebaiknya kedua belah pihak terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap perjalanan perkawinan yang telah keduanya jalani.

Setelah itu, penting untuk mengidentifikasi masalah yang ada, memahami keinginan masing-masing pihak, melihat konteks yang melatarbelakangi, serta mempertimbangkan berbagai alternatif solusi.

Nilai dan sikap yang akan ia ambil juga perlu merumuskannya dengan mempertimbangkan dampak dari setiap pilihan. Dalam proses ini, pasangan sebaiknya tetap terbuka untuk berkonsultasi dan meminta pertimbangan dari pihak ketiga yang ia percaya.

Keputusan yang ia ambil perlu mempertimbangkannya secara matang, dengan melihat kelebihan dan kekurangannya, serta tidak melakukannya dalam kondisi marah atau emosional. []

*)Sumber Tulisan: Buku Fondasi Keluarga Sakinah hlm 187-188

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.