Fri,24 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Kenapa Stigma Mandul Lebih Sering Dilekatkan pada Perempuan?

Kenapa Stigma Mandul Lebih Sering Dilekatkan pada Perempuan?

kenapa-stigma-mandul-lebih-sering-dilekatkan-pada-perempuan?
Kenapa Stigma Mandul Lebih Sering Dilekatkan pada Perempuan?
service

Mubadalah.id – Mandul sering kali menjadi alasan untuk bercerai. Dalam beberapa putusan pengadilan, mandul masuk sebagai bagian cacat badan yang dapat menjadi dasar perceraian dengan mengacu pada Kompilasi Hukum Islam Pasal 116.

Dalam masyarakat, mandul lebih sering melekat pada perempuan daripada laki-laki, padahal kondisi ini dapat terjadi pada keduanya. Menurut Nurlaela dalam Perceraian karena Istri Mandul, dalam praktiknya, mandul jarang menjadi satu-satunya faktor penyebab perceraian.

Namun demikian, perlu dipahami bahwa keluarga tidak selalu harus dimaknai dengan kehadiran anak, meskipun anak sering diharapkan dan dapat menjadi pelengkap kebahagiaan.

Oleh karena itu, kearifan dan musyawarah dalam menyikapi persoalan ini menjadi sangat penting agar hubungan tetap terjaga dengan baik.

Suami Menyembunyikan Harta/Penghasilan

Sikap saling terbuka akan sangat menguatkan ikatan perkawinan. Termasuk dalam hal penghasilan. Ketidakjujuran terkait penghasilan sering kali menimbulkan kecurigaan, seperti anggapan bahwa pasangan bersikap egois, lebih mementingkan keluarga besarnya, atau bahkan dicurigai memiliki hubungan dengan orang lain.

Kondisi ini jelas tidak sehat dalam hubungan perkawinan dan membuat keluarga rentan mengalami konflik. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan yang transparan dan keterbukaan mengenai penghasilan menjadi salah satu kunci keharmonisan keluarga.

Jika kondisi ini terjadi, pasangan perlu melihat konteks penghasilan masing-masing pihak secara lebih utuh. Selanjutnya, penting untuk membicarakan harapan dari masing-masing pihak guna menemukan upaya penyelesaian masalah. Sekaligus membangun kesepahaman nilai terkait penghasilan.

Dialog terbuka mengenai manajemen keuangan yang keduanya harapkan menjadi langkah awal, sebelum kemudian membahas berbagai alternatif solusi dan menentukan keputusan terbaik bersama. []

*)Sumber Tulisan: Buku Fondasi Keluarga Sakinah hlm 186-187

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.