Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. 85 Hektare Sawah Pulo Siron Kembali Ditanami, Ansor Bireuen Tekankan Pemulihan Ekonomi Petani

85 Hektare Sawah Pulo Siron Kembali Ditanami, Ansor Bireuen Tekankan Pemulihan Ekonomi Petani

85-hektare-sawah-pulo-siron-kembali-ditanami,-ansor-bireuen-tekankan-pemulihan-ekonomi-petani
85 Hektare Sawah Pulo Siron Kembali Ditanami, Ansor Bireuen Tekankan Pemulihan Ekonomi Petani
service

Bireuen, NU Online
Pemulihan lahan pertanian seluas 85 hektare di Desa Pulo Siron, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh menjadi titik penting dalam upaya kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana. Lahan yang sebelumnya terdampak banjir dan tanah longsor kini kembali produktif melalui penanaman perdana padi gogo, Sabtu (25/4/2026).

Program rehabilitasi ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mengembalikan fungsi lahan sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah. Padi gogo dipilih karena dinilai lebih adaptif terhadap kondisi lahan kering pascabencana.

Ketua GP Ansor Bireuen, Khaidir memberikan perhatian serius terhadap proses pemulihan tersebut. Ia menilai bahwa kebangkitan sektor pertanian harus menjadi prioritas utama dalam pemulihan pascabencana, karena menyangkut langsung kehidupan masyarakat.

“Pemulihan ini bukan hanya soal lahan yang kembali ditanami, tetapi tentang bagaimana kehidupan petani bisa kembali berjalan. Kita bicara tentang dapur masyarakat, tentang keberlangsungan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, bencana yang terjadi telah memukul sektor pertanian secara signifikan, sehingga dibutuhkan langkah cepat dan terukur untuk mengembalikannya.

“Petani kita sempat kehilangan masa tanam, bahkan kehilangan harapan. Karena itu, penanaman perdana ini harus menjadi titik awal yang serius, bukan sekadar seremoni,” tegasnya.

Gus Dir juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program, termasuk pendampingan teknis dan dukungan sarana produksi bagi petani.

“Jangan berhenti di sini. Pemerintah harus memastikan ada pendampingan, ada akses pupuk, ada kepastian pasar. Kalau ini tidak dijaga, maka pemulihan tidak akan maksimal,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan pemuda menjadi elemen penting dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian, terutama dalam membangun kembali semangat kolektif masyarakat.

“Pemuda harus hadir. Ansor siap mengambil bagian dalam menggerakkan gotong royong, mendampingi petani, dan memastikan program ini benar-benar berdampak. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa momentum ini harus dijadikan pijakan untuk membangun sistem pertanian yang lebih tangguh ke depan.

“Ke depan kita harus berpikir lebih strategis. Bagaimana pertanian kita tidak mudah lumpuh ketika bencana datang. Ini perlu perencanaan jangka panjang, bukan hanya penanganan sesaat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bireuen I Razuardi, , menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengawal proses pemulihan hingga para petani benar-benar kembali mandiri.

“Pemulihan ini tidak berhenti pada penanaman perdana. Kami akan memastikan pendampingan berlanjut agar hasil produksi meningkat dan kesejahteraan petani dapat pulih secara menyeluruh,” ujarnya.

Dengan dimulainya kembali aktivitas pertanian di Pulo Siron, harapan baru bagi para petani mulai tumbuh. Pemulihan ini diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali lahan yang sempat terhenti, tetapi juga menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat secara bertahap.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.