Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. IDAI Bantu Orang Tua Pulihkan Trauma Anak Korban Kekerasan Daycare di DIY

IDAI Bantu Orang Tua Pulihkan Trauma Anak Korban Kekerasan Daycare di DIY

idai-bantu-orang-tua-pulihkan-trauma-anak-korban-kekerasan-daycare-di-diy
IDAI Bantu Orang Tua Pulihkan Trauma Anak Korban Kekerasan Daycare di DIY
service

Jakarta

Kasus dugaan kekerasan anak di sebuah daycare di Yogyakarta kembali menyita perhatian publik. Situasi ini membuat banyak orang tua turut khawatir karena menyangkut rasa aman anak saat dititipkan.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ikut turun tangan untuk membantu pemulihan anak. Fokus mereka adalah mendampingi kondisi psikologis anak sekaligus memberikan dukungan kepada orang tua korban.

Ketua IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menyampaikan bahwa kasus tersebut telah masuk ranah pidana, Bunda. Karena itu, penanganan utamanya diserahkan kepada pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya kira karena kasus di Yogyakarta sudah masuk ranah pidana, biar ditangani polisi. Dari IDAI, kami bisa menjadi saksi ahli jika dibutuhkan,” ungkap Piprim, dikutip dari detikcom, Kamis (30/04/2026).

IDAI fokus dampingi trauma anak korban kekerasan daycare 

Dalam keterangannya, Piprim menjelaskan bahwa saat ini peran IDAI adalah mendampingi keluarga korban. Pendampingan ini difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis anak yang terdampak.

“Kalau di Yogyakarta sudah masuk pidana, IDAI membantu mendampingi orang tua pasien, termasuk tata laksana pemulihan trauma,” ujarnya.

Selain itu, pendampingan ini dianggap penting, karena dampak kekerasan tidak hanya terlihat secara fisik saja. Kondisi psikologis anak juga bisa terdampak dan berpengaruh pada tumbuh kembang mereka.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah muncul dugaan praktik kekerasan di sebuah daycare yang menampung lebih dari 100 anak. Pihak kepolisian mencatat setidaknya ada 53 anak telah ditetapkan sebagai korban.

Beberapa anak juga dilaporkan mengalami luka lebam, terutama di area pergelangan tangan dan kaki. Dugaan sementara, luka tersebut muncul akibat pengikatan yang dilakukan dalam waktu yang cukup lama setiap harinya.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.