Jakarta –
Rumah dengan konsep menyatu dengan alam kini menjadi hunian yang populer, Bunda. Salah satu rumah yang terkenal dengan konsep ini adalah Fallingwater atau rumah yang dibangun di atas air terjun
Rumah Fallingwater merupakan karya dari arsitek Amerika, Frank Lloyd Wright. Rumah yang dirancang pada tahun 1935 ini dibangun untuk keluarga Kaufmann, yang dikenal sebagai pemilik toko serba ada terbesar di Pittsburgh, Amerika Serikat.
Dilansir laman Falling Water, rumah ini menjadi salah satu karya Frank Lloyd Wright yang paling banyak dipuji karena berhasil menggambarkan filosofi arsitektur organik, yakni menyatukan konsep seni dan alam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fallingwater terletak di pegunungan Pennsylvania Barat Daya, yang berjarak sekitar 70 mil tenggara Pittsburgh. Wright merancang Fallingwater agar menjulang di atas air terjun tempat bangunan itu berdiri.
Para pengrajin lokal yang membantu pembangunan ini menggali batu pasir asli dan material lain dari lahan tersebut dan menyelesaikan pembangunan rumah utama, rumah tamu, dan bagian sayap rumah pada tahun 1939. Keluarga Kaufmann menggunakan Fallingwater sebagai rumah liburan, Bunda.
Pada tahun 1963, Edgar Kaufmann Jr. mempercayakan Fallingwater dan 469 hektare lahan alami di sekitarnya kepada Western Pennsylvania Conservancy, sebuah organisasi konservasi nirlaba yang didirikan pada tahun 1932. Fallingwater lalu dioperasikan sebagai museum oleh Conservancy.
Rumah Fallingwater dikelilingi pemandangan alam yang indah
Fallingwater dikelilingi oleh 5.100 hektar lahan alami, sungai, dan jalur setapak yang dikenal sebagai Cagar Alam Bear Run. Pada 10 Juli 2019, UNESCO memasukkan Fallingwater dan tujuh bangunan rancangan Frank Lloyd Wright lainnya ke dalam Daftar Warisan Dunia atau World Heritage List.
Selain itu, rumah Fallingwater juga ditetapkan sebagai Landmark Bersejarah Nasional dan Harta Karun Persemakmuran Pennsylvania. Dalam jajak pendapat anggota Institut Arsitek Amerika, rumah ini dinobatkan sebagai karya arsitektur Amerika terbaik sepanjang masa.
Wright membangun rumah ini dengan membayangkan serangkaian beton yang ditancapkan pada batuan alami. Beton ini memungkinkan rumah Fallingwater berdiri tepat di atas puncak air terjun.
Menurut keterangan murid Wright, desain rumah mewah ini rampung hanya dalam hitungan jam. “Saya hanya mengeluarkan bangunan-bangunan itu dari lengan baju saya,” kata Wright.
Fallingwater habiskan Rp121 miliar untuk perbaikan rumah
Baru-baru ini, website Architectural Digest melaporkan bahwa rumah Fallingwater baru saja selesai direstorasi, Bunda. Restorasi yang memakan waktu tiga tahun ini menghabiskan biaya 7 juta dollar AS atau sekitar Rp121 miliar.
Rumah tersebut menjalani proyek pelestarian untuk mengatasi kebocoran atap dan beberapa masalah lainnya. Western Pennsylvania Conservancy mengumumkan bahwa pekerjaan restorasi ini meliputi pengendapan air atap, perbaikan beton, dan pelestarian jendela dan kusen pintu.
Ini bukan pertama kalinya restorasi dilakukan untuk Fallingwater. Bangunan ini sudah beberapa kali direstorasi untuk mempertahankan keunikannya. Pekerjaan restorasi yang paling invasif terjadi antara tahun 2001 dan 2002, ketika bagian kantilever ruang tamu diperkuat.
“Pelestarian Fallingwater telah berlangsung hampir sejak rumah ini selesai dibangun,” demikian menurut situs web rumah tersebut
Setelah pekerjaan restorasi terbaru selesai, tur di rumah bersejarah itu kembali dibuka. Para wisatawan dapat berkunjung dengan mengikuti jadwal tur yang telah dibuat.
Demikian desain rumah alam yang dibangun di atas sungai. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)





Comments are closed.