Jakarta –
Risiko bahaya saat hamil umumnya dapat diketahui dari diagnosis medis. Namun, studi terbaru menemukan bahwa risiko ini ternyata dapat dilihat dari cara menggenggam tangan ibu hamil, Bunda.
Beberapa studi prospektif pada populasi umum telah menunjukkan bahwa kekuatan genggaman yang lebih rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular hingga kematian. Namun, hubungan antara kekuatan genggaman dan gangguan hipertensi di kehamilan masih belum diketahui dengan jelas pada ibu hamil.
Selain itu, studi sebelumnya telah melaporkan temuan yang tidak konsisten mengenai kekuatan genggaman absolut dan kekuatan genggaman relatif (yaitu, kekuatan genggaman berdasarkan berat badan) dalam kaitannya dengan hasil kesehatan. Padahal, baik ukuran absolut maupun relatif harus dipertimbangkan ketika memahami hubungan antara kekuatan genggaman dan hasil kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebuah studi yang diterbitkan di Chinese Medical Journal pada awal April 2026 mencoba mengungkap kaitan genggaman ibu hamil dan risiko kesehatan. Studi yang dipimpin oleh Profesor An Pan dan Dr. Yuxiang Wang ini meneliti hubungan antara kekuatan genggaman absolut dan relatif pada awal kehamilan dengan risiko gangguan hipertensi pada kehamilan.
Dilansir laman News Medical, studi ini melibatkan 6.802 ibu hamil dari Tongji-Huaxi-Shuangliu Birth Cohort, dengan usia rata-rata peserta adalah 26,6 tahun. Selama masa tindak lanjut, 180 peserta didiagnosis mengidap gangguan hipertensi pada kehamilan.
Dalam studi ini, kekuatan genggaman diukur pada awal kehamilan dan dinilai dengan tiga cara, yakni kekuatan genggaman absolut dan dua indeks relatif atau kekuatan genggaman berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) atau berat badan.
Hasil penelitian tantang genggaman tangan dan risiko pada kehamilan
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan terbalik antara kekuatan genggaman dan risiko penyakit hipertensi. Analisis juga menunjukkan hubungan nonlinier antara kekuatan genggaman absolut dan risiko hipertensi.
Sementara itu, risiko ditemukan tetap stabil pada tingkat kekuatan genggaman absolut yang lebih rendah tetapi menurun secara setelah mencapai ambang batas tertentu. Sebaliknya, kedua ukuran kekuatan genggaman relatif menunjukkan adanya hubungan dengan risiko hipertensi. Menurut An Pan, sebagian perbedaan ini mungkin dapat dijelaskan oleh korelasi antara kekuatan genggaman dan berat badan, Bunda.
“Kekuatan genggaman absolut cenderung lebih tinggi pada individu dengan massa tubuh yang lebih besar, tetapi berat badan yang lebih tinggi itu sendiri merupakan faktor risiko hipertensi pada kehamilan,” katanya.
“Sedangkan, peningkatan kecil dalam kekuatan otot mungkin tidak mengimbangi efek berbahaya dari kelebihan massa lemak, yang sebagian menjelaskan hubungan non-linier yang diamati,” sambungnya.
Ahn Pan menambahkan bahwa beberapa mekanisme biologis dapat menghubungkan kekuatan otot dengan hipertensi pada kehamilan. Oleh karena itu, melatih genggaman disebut bisa menurunkan risiko yang berkaitan dengan hipertensi, Bunda.
“Latihan genggaman tangan telah terbukti mengurangi stres oksidatif dan peradangan, dua jalur utama dalam perkembangan hipertensi pada kehamilan. Miokin yang dilepaskan dari otot yang berkontraksi, seperti irisin, juga dapat memberikan efek anti-hipertensi,” ungkap Ahn Pan.
“Studi pada hewan menunjukkan bahwa peningkatan kadar irisin dapat memperbaiki preeklamsia dengan meningkatkan remodeling vaskular dan implantasi embrio. Studi kohort dan uji klinis lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi apakah peningkatan kekuatan genggaman dapat membantu mengurangi risiko hipertensi pada kehamilan,” sambungnya.
Kesimpulan dari studi ini secara komprehensif menyelidiki hubungan antara kekuatan genggaman absolut dan relatif dengan kejadian hipertensi pada kehamilan. Hubungan yang kuat antara kekuatan genggaman relatif dan hipertensi di seluruh subkelompok menunjukkan potensinya sebagai alat sederhana untuk mengelompokkan risiko hipertensi.
Perlu diketahui, gangguan hipertensi pada kehamilan menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu dan janin terkait kehamilan di seluruh dunia. Menurut ulasan di American Hearth Association (AHA), gangguan hipertensi ini meliputi hipertensi kronis, hipertensi gestasional, preeklamsia atau eklampsia, dan preeklamsia yang tumpang tindih dengan hipertensi kronis.
Demikian hasil studi yang menemukan kaitan antara cara menggenggam tangan dengan gangguan hipertensi pada kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)





Comments are closed.