Ditulis oleh Syahrianto •
KABARBURSA.COM – Aktivitas transaksi investor ritel melalui Stockbit Sekuritas Digital (XL) mulai terlihat terkonsentrasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar selama periode perdagangan 4–8 Mei 2026.
Dalam sepekan, broker XL membukukan nilai transaksi reguler mencapai Rp24,7 triliun dengan posisi net buy sekitar Rp1 triliun.
Data yang dihimpun Kabarbursa.com menunjukkan total nilai beli broker XL mencapai Rp12,9 triliun, sedangkan nilai jual berada di level Rp11,8 triliun. Volume transaksi tercatat mencapai 92,9 miliar saham dengan frekuensi transaksi sekitar 8,6 juta kali.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Total Transaksi | Rp24,7 triliun |
| Net Buy | Rp1 triliun |
| Nilai Beli | Rp12,9 triliun |
| Nilai Jual | Rp11,8 triliun |
| Volume | 92,9 miliar saham |
| Frekuensi | 8,6 juta kali |
Arus akumulasi terbesar terlihat masuk ke saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI. Sepanjang periode tersebut, broker XL mencatat pembelian BMRI senilai Rp261,5 miliar dengan volume mencapai 573.189 lot di harga rata-rata Rp4.575 per saham.
Selain BMRI, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga masuk dalam daftar saham yang paling aktif dikoleksi investor ritel. Nilai pembelian GOTO mencapai Rp213 miliar dengan volume transaksi sekitar 42,4 juta lot di harga rata-rata Rp50.
Pergerakan ini muncul ketika saham teknologi mulai kembali aktif diperdagangkan setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup panjang sejak awal tahun. Aktivitas ritel juga terlihat mulai menyasar saham berbasis komoditas dan energi.
Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) tercatat dibeli sebesar Rp60,6 miliar dengan volume 207.093 lot pada harga rata-rata Rp2.940.
Sementara saham PT Petrosea Tbk (PTRO) diborong Rp55,7 miliar dengan volume 104.494 lot di harga rata-rata Rp5.544.
Akumulasi ritel juga masuk ke kelompok saham Prajogo Pangestu. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat nilai beli Rp53,5 miliar dengan volume 243.702 lot di harga rata-rata Rp2.164.
Kemudian saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dibeli sebesar Rp50,6 miliar dengan volume 413.002 lot di harga rata-rata Rp1.223. Aktivitas tersebut berlangsung di tengah tekanan harga saham grup energi dan petrokimia dalam beberapa sesi terakhir.
Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat nilai beli Rp48,3 miliar dengan volume 102.046 lot pada harga rata-rata Rp4.755.
Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga masuk daftar akumulasi dengan nilai beli Rp47,1 miliar.
Pada saham batu bara, broker XL mencatat pembelian PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp43,7 miliar dengan volume mencapai 2 juta lot di harga rata-rata Rp232.
Sedangkan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dibeli Rp37,5 miliar dengan volume sekitar 1,7 juta lot pada harga rata-rata Rp202.
Data ini menunjukkan pola transaksi ritel selama sepekan masih didominasi saham likuid dengan volatilitas tinggi.
Perbankan, teknologi, tambang, hingga saham grup konglomerasi menjadi pusat aktivitas transaksi investor melalui platform digital.(*)
| Saham | Nilai Beli | Volume | Harga Rata-rata |
|---|---|---|---|
| BMRI | Rp261,5 miliar | 573.189 lot | Rp4.575 |
| GOTO | Rp213 miliar | 42,4 juta lot | Rp50 |
| MDKA | Rp60,6 miliar | 207.093 lot | Rp2.940 |
| PTRO | Rp55,7 miliar | 104.494 lot | Rp5.544 |
| BRPT | Rp53,5 miliar | 243.702 lot | Rp2.164 |
| CUAN | Rp50,6 miliar | 413.002 lot | Rp1.223 |
| AMMN | Rp48,3 miliar | 102.046 lot | Rp4.755 |
| AADI | Rp47,1 miliar | 45.523 lot | Rp10.249 |
| BUMI | Rp43,7 miliar | 2 juta lot | Rp232 |
| BNBR | Rp37,5 miliar | 1,7 juta lot | Rp202 |





Comments are closed.