Thu,14 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ular Pucuk, Penjaga Keseimbangan Ekosistem Alam

Ular Pucuk, Penjaga Keseimbangan Ekosistem Alam

ular-pucuk,-penjaga-keseimbangan-ekosistem-alam
Ular Pucuk, Penjaga Keseimbangan Ekosistem Alam
service

Untuk sebagian orang, ular identik sebagai ancaman yang menimbulkan rasa takut. Namun, bagi Clarissa Amelia (22), mahasiswa Biologi Institut Teknologi Bandung (ITB), pengalaman bertemu langsung ular pucuk, mengubah cara pandangnya terhadap reptil yang kerap disalahpahami ini. Ketua GARDA Nymphaea ITB itu, pertama kali mendokumentasikan Ahaetulla prasina di sekitar Sungai Cikacika, Bandung. Lokasinya bukan hutan lebat, melainkan area cukup dekat aktivitas manusia dan di tengah kota. Ada juga di kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi, Sumedang, wilayah konservasi yang vegetasinya relatif terjaga. “Dapat bertahan hidup di dua kondisi habitat berbeda,” ujarnya, Senin (12/5/2026). Di kawasan konservasi, ular pucuk hidup di antara pepohonan. Sementara, di wilayah yang mengalami gangguan manusia, reptil tersebut mampu bertahan. “Sungai Cikacika itu cukup dekat dengan manusia, tapi ularnya hidup di sana.” Ahaetulla prasina dikenal sebagai jenis arboreal atau lebih banyak menghabiskan waktu di atas pohon. Tubuhnya ramping memanjang dengan warna hijau terang yang membuatnya mudah berkamuflase di dedaunan. “Melingkar di batang atau di dedaunan.” Ular pucuk yang memiliki peran penting bagi ekosistem alam. Foto: Clarissa Amelia Perjumpaan malam hari Perjumpaan ular pucuk sebagian besar terjadi malam hari. Menariknya, saat Clarissa kembali ke lokasi yang sama pagi hari, ular yang tersebar luas di Asia Selatan ini, masih berada di tempat semula. “Kemungkinan tidurnya di situ. Setahu saya, ular ini justru lebih aktif siang hari,” ucapnya. Meski dikenal berbisa (lemah), ular pucuk, tidak menunjukkan perilaku agresif selama proses pengamatan. Clarissa mengaku bisa memotretnya dari jarak cukup dekat, kurang dari satu meter. “Cenderung diam dan tenang.” Ada satu detail yang membuat…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.