KABARBURSA.COM – Ada satu hal yang mulai membuat pasar ramai memperhatikan saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) dalam beberapa pekan terakhir, yaitu nama Haji Isam.
Di tengah saham PACK yang terus bergerak naik sejak akhir April, pengusaha tambang Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam justru menambah kepemilikan dalam jumlah jumbo. Nilainya bukan ratusan juta, melainkan nyaris menyentuh Rp1 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Haji Isam membeli sekitar 6,83 miliar saham PACK atau setara 21,12 persen kepemilikan. Harga pelaksanaan transaksi berada di level Rp137 per saham, sehingga total nilai pembelian diperkirakan mencapai sekitar Rp936,65 miliar.
Bagi pasar, aksi seperti ini jarang dibaca sekadar transaksi biasa. Sebab ketika pemodal besar mulai masuk agresif ke saham berkapitalisasi kecil-menengah yang sedang bergerak naik, perhatian pasar biasanya langsung berubah.
Dan memang, saham PACK langsung bergerak liar setelah itu.
Sejak akhir April 2026, saham PACK terus naik dari area 214 hingga sempat menyentuh level 312 pada perdagangan 13 Mei 2026. Pada sesi tersebut, saham PACK melonjak 9,86 persen dengan nilai transaksi mencapai Rp197,04 miliar.
Volume perdagangan menembus 6,46 juta lot dengan frekuensi transaksi hampir 19 ribu kali. Untuk saham yang sebelumnya relatif sepi, lonjakan aktivitas seperti ini jelas mulai menarik perhatian pelaku pasar.
Net Buy Rp25,14 Miliar, Jumlah Investor Naik 16 Ribu
Yang lebih mencolok datang dari arus dana asing.
Pada perdagangan 13 Mei 2026, investor asing membukukan net foreign buy sekitar Rp31,20 miliar. Nilai pembelian asing mencapai Rp46,04 miliar, jauh di atas penjualan asing yang berada di kisaran Rp14,84 miliar.
Ini bukan pertama kalinya asing masuk agresif ke PACK dalam beberapa hari terakhir. Pada 11 Mei 2026, asing juga mencatat net foreign buy Rp8,04 miliar, lalu 8 Mei sebesar Rp11,80 miliar, dan 6 Mei sekitar Rp11,34 miliar.
Artinya, ketika saham mulai bergerak naik ke area atas, arus dana asing justru ikut masuk dan memperkuat momentum transaksi.
Bukan cuma harga saham yang bergerak. Jumlah investor PACK juga melonjak cukup drastis.
Data KSEI menunjukkan jumlah pemegang saham PACK naik menjadi 25.497 investor per 30 April 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 5.679 investor hanya dalam satu bulan.
Jika ditarik lebih jauh, kenaikannya bahkan terlihat jauh lebih agresif. Pada akhir November 2025, jumlah investor PACK masih berada di kisaran 9.465 investor. Artinya, dalam lima bulan jumlah pemegang saham meningkat hampir tiga kali lipat.
Struktur Kepemilikan Saham
Di sisi struktur kepemilikan, pemegang saham mayoritas PACK saat ini masih ditempati PT Eco Energi Perkasa dengan porsi sekitar 61,71 persen atau setara 19,97 miliar saham.
Sementara itu, DBS Bank tercatat menggenggam sekitar 5,41 persen saham PACK melalui skema kustodian, sedangkan kepemilikan publik non-warkat berada di kisaran 32,74 persen.
Bagi pasar, kombinasi seperti ini biasanya mulai membentuk satu pola yang menarik: saham bergerak naik, investor bertambah cepat, asing mulai masuk agresif, dan pemodal besar justru menambah posisi ketika harga mulai terbang.
Karena itu, perhatian pasar terhadap PACK sekarang bukan lagi sekadar soal saham nikel biasa. Yang mulai diperhatikan adalah apakah pergerakan ini baru fase awal akumulasi besar, atau justru momentum yang mulai mengubah peta permainan saham PACK di pasar.(*)





Comments are closed.