KABARBURSA.COM – PT Elnusa Tbk (ELSA) terpantau mulai dikoleksi investor asing melalui beberapa broker setelah melaporkan kinerja keuangan kuartal I 2026 pada 28 April.
Mengutip data Stockbit, pada periode 28 April hingga 13 Mei 2026, broker AK tercatat menjadi pembeli terbesar saham ELSA dengan nilai akumulasi mencapai Rp31,5 miliar atau sekitar 395,1 ribu lot pada harga rata-rata Rp798 per saham.
Selain itu, broker ZP turut menampung dana asing senilai Rp10,1 miliar dengan rata-rata harga Rp794 per saham. Aksi akumulasi juga dilakukan AI sebesar Rp5,1 miliar.
Tekanan beli lainnya datang dari broker CC senilai Rp2,8 miliar, BB Rp2,1 miliar, dan BK Rp2,1 miliar. Sementara broker YU tercatat mengoleksi saham ELSA senilai Rp1,9 miliar, disusul KZ Rp1,1 miliar.
Adapun broker TP melakukan pembelian sebesar Rp578,7 juta, sementara KK dan PD masing-masing mencatatkan akumulasi Rp99,8 juta dan Rp52,3 juta.
Di sisi lain, tekanan distribusi terlihat jauh lebih kecil dibanding aksi beli. Broker AG menjadi penjual terbesar dengan nilai distribusi sekitar Rp1,2 miliar.
Kemudian broker EP tercatat melepas saham anak usaha PT Pertamina Hulu Energi ini senilai Rp495 juta dan QA sebesar Rp82,3 juta. Distribusi juga dilakukan broker HD senilai Rp57,9 juta, YP Rp31,1 juta, DR Rp4,2 juta, NI Rp3,7 juta, serta HP sekitar Rp705 ribu.
Adapun pada kuartal I 2026, Elnusa mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp3,6 triliun dengan laba bersih Rp190 miliar, tumbuh 2 persen secara Year-over-Year (YoY).
Net profit margin pada tiga bulan pertama 2026 meningkat menjadi 5,2 persen dan EBITDA tercatat Rp423 miliar atau naik 7 persen YoY.
Kekuatan utama kinerja kuartal ini tercermin pada arus kas operasi (CFO) yang meningkat signifikan menjadi Rp1,04 triliun, tumbuh 267 persen YoY. Posisi kas ELSA turut menguat menjadi Rp3,39 triliun pada akhir Maret 2026, naik 15 persen YoY.
Segmen penjualan barang dan jasa distribusi & logistik energi tetap menjadi kontributor utama dengan porsi 64 persen terhadap total pendapatan, diikuti jasa hulu migas terintegrasi sebesar 28 persen dan jasa penunjang migas sebesar 8 persen.
Dari sisi neraca, hingga akhir Maret 2026 total aset Elnusa mencapai Rp11,0 triliun, tumbuh 1 persen secara year-to-date (YtD), sementara ekuitas meningkat menjadi Rp5,5 triliun, atau tumbuh 4 persen (YtD).
Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah, mengatakan fokus utama perusahaan saat iniadalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas kinerja.
“Kami melihat Q1 2026 sebagai fondasi yang baik, terutama dari sisi arus kas dan efisiensi operasional. Ke depan, disiplin finansial dan selektivitas investasi menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar dia dalam keterangannya. (*)





Comments are closed.