Ditulis oleh Hutama Prayoga •
KABARBURSA.COM – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong lebih banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar menjadi eksportir dan mengejar pasar global.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan upaya pihaknya dalam memperluas akses pasar UMKM. Salah satunya melalui UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor.
Program tersebut mempertemukan UMKM dengan calon buyer di negara tujuan ekspor melalui pitching dan business matching. Untuk mendukung program tersebut, Kemendag mengoptimalkan peran 46 perwakilan perdagangan (perwadag) RI di 33 negara sebagai ujung tombak promosi produk Indonesia.
Setelah menentukan pasar yang ingin dituju, kata Budi para pelaku UMKM akan dihubungkan dengan perwadag RI di negara tujuan ekspor. Setelahnya, mereka akan dicarikan buyer.
“Kemudian, teman-teman akan presentasi kepada buyer didampingi perwadag RI. Seluruh tahapan digelar virtual sepenuhnya sehingga dapat dilakukan dari mana saja,” ujar Budi dalam keterangannya dikutip, Sabtu, 16 Mei 2026.
Selain fasilitasi ekspor, Kemendag juga menyediakan layanan konsultasi desain produk melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) untuk membantu UMKM meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.
Kemendag juga memiliki program Product Placement Pilihan Busan, yakni penempatan produk UMKM potensial ekspor di ruang tamu Menteri Perdagangan sebagai sarana promosi kepada tamu dan delegasi asing.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan, akses terhadap informasi pasar dan pemanfaatan teknologi juga menjadi faktor penting agar UMKM dapat bersaing di pasar global.
Untuk itu, kata dia, Kemendag menghadirkan platform Inaexport, sebuah layanan terpadu bagi pelaku usaha yang ingin menembus pasar global.
Menurutnya, Inaexport sebagai one-stop service memiliki informasi mengenai profil perusahaan buyer maupun eksportir.
“Inaexport juga memuat katalog produk dan informasi pasar dari para perwadag RI yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha secara gratis,” kata Puntodewi. (*)





Comments are closed.