Sun,17 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Fatayat NU Dorong Pemerintah Putus Akses Aplikasi Pemicu Judi Online pada Anak

Fatayat NU Dorong Pemerintah Putus Akses Aplikasi Pemicu Judi Online pada Anak

fatayat-nu-dorong-pemerintah-putus-akses-aplikasi-pemicu-judi-online-pada-anak
Fatayat NU Dorong Pemerintah Putus Akses Aplikasi Pemicu Judi Online pada Anak
service

Jakarta, NU Online 

Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) mendesak adanya langkah komprehensif dan kolaboratif antarelemen bangsa untuk merespons darurat paparan judi online (judol) terhadap anak-anak.

Sekretaris Umum PP Fatayat NU Ella Siti Nuryamah menyayangkan tingginya angka anak yang terpapar judi online sebagaimana data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menyebut sekitar 200 ribu anak telah terdampak.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari derasnya disrupsi media dan algoritma media sosial yang membuat berbagai konten negatif mudah diakses anak-anak.

“Kami mengimbau kepada pemerintah, khususnya Komdigi yang memegang mandat kebijakan publikasi media sosial, untuk segera melakukan mitigasi,”ujar Ella ditemui NU Online usa peringatan Harlah Ke-76 Fatayat NU di Masjid Istiqlal, Ahad (17/5/2026).

Ella menegaskan, pemerintah perlu memutus mata rantai aplikasi maupun platform yang membawa masyarakat, terutama anak-anak, ke arah yang merugikan.

“Siapa yang mau bertanggung jawab kalau tidak kita semuanya?” katanya.

Ia mengatakan Fatayat NU terus melakukan edukasi kepada masyarakat. Namun, menurutnya, langkah mitigasi paling cepat tetap berada di tangan pemerintah.

“Sekali lagi kami meminta Komdigi segera memutus mata rantai judi online yang merugikan anak-anak dan masyarakat kita,” tegasnya.

Ella juga mendorong penguatan kampanye antihoaks dan edukasi digital kepada para orang tua, sekolah, dan masyarakat luas. Menurutnya, sekolah tidak boleh alergi untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya judi online maupun gim yang mengarah pada praktik perjudian.

“Kalau perlu cut  (putus) saja aplikasi-aplikasi yang membawa dampak buruk. Mata rantai aplikasi yang merugikan harus segera dihentikan,” ujarnya.

Judi online yang mulai menyasar anak-anak menjadi alarm serius ruang digital masih menyimpan berbagai ancaman terhadap tumbuh kembang dan keselamatan anak.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital, tercatat sekitar 200 ribu anak Indonesia telah terpapar praktik judi online. “Hampir 200 ribu anak Indonesia telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak di bawah 10 tahun. Angka ini menjadi alarm serius bagi masa depan generasi bangsa,” kata Menteri Komdigi Meutya Hafid.

Meutya menegaskan bahwa judi online bukan sekadar hiburan digital, melainkan ancaman serius yang merusak ekonomi keluarga, memicu kekerasan rumah tangga, memecah belah hubungan sosial, dan menghancurkan masa depan anak-anak.

“Judi online adalah scam yang sistemnya memastikan pemain hampir selalu rugi dan kalah dalam jangka panjang. Karena itu, kita semua harus menjadi garda edukasi, saling mengingatkan, serta melindungi keluarga dan anak-anak kita dari maraknya praktik ilegal ini,” tegas Meutya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.