Fri,12 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Muhasabah Mbah

Muhasabah Mbah

muhasabah-mbah
Muhasabah Mbah
service

Ya Rasulallah, kami ingin bermuhasabah, kami ingin menghitung diri.

Kami ingin wadul ke haribaan njenengan.

Bukan hanya tentang nasib diri. Tapi sekaligus ingin konsultasi bagaimana supaya negara kami ini juga mau bermuhasabah ya Rasul…

Tapi kami pesimis Ya Rasul. MUHASABAH tidak dikenal di NEGARA kami, apalagi sampai dipakai dalam benak para pengurusnya yang bernama pemerintah.

Negara, karena DNA-nya sekuler, hanya mengenal ‘evaluasi‘. Evaluasi hanya diukur dengan parameter kata yang tidak ada unsur Gusti Allah-nya sama sekali: yaitu utilitarian.

Sementara muhasabah, berjangkar pada Tauhid yang jelas dan kuat. Ukurannya adalah MASLAHAT: kebermanfaatan tata aturan dan pelaksanaannya harus menentukan keselamatan kami di hadapan Allah di akhirat Ya Rasul.

Negara tidak punya urusan warganya selamat di akhirat karena urusannya hanya dunia. Yang penting warganya bayar pajak. Tapi Negara menuntut kesetiaan warganya yang paling tinggi, di atas kesetiaan kepada Allah.

Sekarang kami sudah terlanjur bernegara Ya Rasul.

Sementara banyak tingkah laku negara yang diwujudkan pengurusnya yang seharusnya dihisab dengan muhasabah. Karena kesetiaan kami di Majelis ‘Ilmu Muhammad Ainun Nadjib hanya kepada Allah dan engkau Ya Rasul. Shohibu baiti.

Bagaimana ini Ya Rasulallah?

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.