Thu,21 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Jangan Salah Paham, Ini Ciri Orang dengan IQ Tinggi yang Tampak Malas

Jangan Salah Paham, Ini Ciri Orang dengan IQ Tinggi yang Tampak Malas

jangan-salah-paham,-ini-ciri-orang-dengan-iq-tinggi-yang-tampak-malas
Jangan Salah Paham, Ini Ciri Orang dengan IQ Tinggi yang Tampak Malas
service

Jakarta

Bunda mungkin terbiasa melihat orang rajin sebagai sosok paling pintar dan produktif. Sementara itu, mereka yang tampak santai sering kali dianggap tidak memiliki ambisi atau kemampuan istimewa.

Pandangan tersebut ternyata tidak selalu benar. Hal ini karena kecerdasan seseorang tidak melulu terlihat dari seberapa sibuk mereka menjalani aktivitas setiap hari.

Menariknya, sejumlah penelitian menemukan bahwa orang dengan Intelligence Quotient (IQ) tinggi justru cenderung lebih pasif dalam situasi tertentu. Kebiasaan ini kerap disalahartikan sebagai sifat malas, padahal ada pola pikir berbeda di baliknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari laman CNBC Make It, sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Health Psychology menemukan adanya perbedaan menarik terkait tingkat aktivitas dan kecerdasan seseorang.

Dalam temuan ini, terdapat ciri orang dengan IQ tinggi, tetapi terlihat malas dalam kesehariannya. Berikut penjelasannya:

1. Mereka sulit merasa bosan

Dalam penelitian yang sama, para peneliti menggunakan kuesioner untuk melihat ‘kebutuhan akan kognisi’. Sebanyak 60 peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu pemikir dan bukan pemikir, berdasarkan jawaban survei mereka.

Setelah itu, semua peserta diminta untuk menggunakan pelacak aktivitas selama tujuh hari. Penelitian bisa melihat kebiasaan harian mereka secara lebih jelas.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang dengan IQ tinggi cenderung lebih sulit merasa bosan. Oleh karena itu, mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk berpikir dan cenderung kurang aktif secara fisik.

Sementara itu, kelompok yang lebih aktif justru lebih cepat merasa bosan saat harus duduk diam dan tidak melakukan apa-apa. Mereka cenderung memilih kegiatan yang membuat tubuh bergerak, seperti olahraga atau aktivitas fisik lainnya, Bunda.

2. Lebih suka berpikir

Rata-rata orang yang kurang aktif secara fisik justru cenderung memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang lebih aktif.

Para peneliti kemudian menjelaskan kondisi ini dengan istilah yang lebih ilmiah, yaitu kebutuhan akan kognisi.

Istilah tersebut untuk menggambarkan cara berpikir seseorang yang lebih banyak mengandalkan proses mental dibandingkan aktivitas fisik.

Orang dengan kecenderungan ini lebih suka berpikir dan mencari penjelasan yang terstruktur dalam melihat berbagai hal. Mereka juga cenderung menikmati kegiatan yang menantang pikiran seperti memecahkan teka-teki atau berdebat.

Dilansir dari laman The Independent, para peneliti menilai bahwa salah satu kekurangan dari orang yang lebih cerdas namun terlihat kurang aktif adalah dampak dari gaya hidup yang minim gerak.

Hal tersebut bisa berpengaruh pada kesehatan mereka jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Peneliti menyarankan agar siapa pun, termasuk yang kurang aktif, tetap berusaha menjaga keseimbangan aktivitas keseharian.

Tujuannya agar kondisi tubuh tetap sehat meskipun lebih banyak menggunakan kemampuan berpikir, Bunda.

Benarkah orang malas lebih pintar dan sukses?

Menariknya, apa yang disebut kebanyakan orang malas sebenarnya bukan benar-benar malas, melainkan cara seseorang bekerja atau berpikir dengan lebih efisien. Jadi, tidak selalu berarti mereka tidak ingin berusaha.

Seorang tokoh bisnis sekaligus penulis asal Amerika Serikat, Bill Gates, mengatakan bahwa ia cenderung memilih orang yang terlihat malas untuk mengerjakan tugas yang sulit.

Hal ini karena menurutnya mereka akan mencari cara yang lebih mudah dan efisien untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Saya selalu memilih orang yang malas untuk melakukan pekerjaan yang sulit, karena orang yang malas akan menemukan cara mudah untuk melakukannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, banyak orang yang suka berpikir kritis biasanya tidak suka melakukan hal yang sia-sia, Bunda. Mereka lebih memilih cara kerja yang efisien dan langsung pada tujuan.

Karena itulah, orang yang terlihat ‘malas’ justru bisa saja punya cara berpikir yang lebih strategis, Bunda. Mereka bisa menemukan cara cepat, menghemat waktu, dan memberi ide-ide baru yang bermanfaat.

Nah, itulah penjelasan terkait ciri kepribadian orang malas dengan IQ tinggi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.