Sidoarjo (beritajatim.com) – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya terus memperkuat modernisasi layanan keimigrasian melalui optimalisasi penerbitan e-Paspor. Hingga triwulan pertama 2026, jumlah e-Paspor yang diterbitkan telah mencapai 29.086 dokumen.
Capaian tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Gathering bertajuk “Sinergi Imigrasi dan Media dalam Mengawal Informasi Publik” yang digelar di Aula Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, PWI Sidoarjo, serta puluhan insan media dari berbagai platform.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto mengatakan modernisasi pelayanan menjadi salah satu fokus utama pihaknya dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Media bukan hanya mitra publikasi, tetapi juga mitra strategis dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Melalui kegiatan Media Gathering ini, kami berharap sinergi antara Imigrasi dan insan pers dapat semakin kuat dalam menyampaikan informasi keimigrasian yang cepat, akurat, edukatif, dan berimbang kepada masyarakat,” ujar Agus Winarto, Kamis (21/5/2026).
Selain optimalisasi penerbitan e-Paspor, Kantor Imigrasi Surabaya juga mencatat sejumlah capaian kinerja sepanjang 2025. Realisasi anggaran berhasil mencapai 99,95 persen, sementara jumlah paspor yang diterbitkan menembus lebih dari 106 ribu dokumen.
Di sisi pengawasan, Imigrasi Surabaya melakukan pengawasan terhadap sekitar 2,4 juta perlintasan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Juanda. Berbagai penghargaan juga berhasil diraih, mulai dari penghargaan IKPA terbaik hingga anugerah Humas Indonesia.
Memasuki 2026, Imigrasi Surabaya juga memperkuat dukungan terhadap iklim investasi melalui pemberian izin tinggal yang selektif dan produktif.
Pengawasan keimigrasian turut diperketat dengan pelaksanaan 99 tindakan administratif keimigrasian guna menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
Dalam kesempatan itu, Imigrasi Surabaya memperkenalkan inovasi komunikasi digital berupa sistem “Alur Komunikasi Satu Pintu” dan pembentukan Media Hub.
Inovasi tersebut dirancang untuk memudahkan insan media memperoleh informasi resmi, mulai dari rilis, infografis kebijakan, hingga klarifikasi isu keimigrasian secara cepat dan terpusat.
Kegiatan Media Gathering juga diisi diskusi mengenai isu-isu aktual keimigrasian, seperti antisipasi haji non-prosedural hingga pengawasan terhadap warga negara asing yang melanggar izin tinggal maupun terlibat tindak kejahatan internasional.
Dalam forum tersebut, pihak Imigrasi menegaskan komitmennya memperkuat pengawasan melalui sinergi lintas instansi, optimalisasi TIMPORA dan APOA, serta peningkatan edukasi publik melalui media massa dan media sosial.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berharap kolaborasi bersama media dapat terus terjalin untuk mendukung keterbukaan informasi publik dan menghadirkan pelayanan keimigrasian yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada masyarakat sesuai semangat “Imigrasi Untuk Rakyat”.
Semangat itu juga sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, yang menekankan pentingnya pelayanan keimigrasian yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era keterbukaan informasi publik. (ted)





Comments are closed.