Sun,24 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Gen Orang Tua Ternyata Wariskan Kondisi Kesehatan Mental ke Anak

Gen Orang Tua Ternyata Wariskan Kondisi Kesehatan Mental ke Anak

gen-orang-tua-ternyata-wariskan-kondisi-kesehatan-mental-ke-anak
Gen Orang Tua Ternyata Wariskan Kondisi Kesehatan Mental ke Anak
service

Selain menurunkan ciri fisik, gen orang tua ternyata juga mampu wariskan kesehatan mental pada anak. Hampir sebagian materi genetik dan pola asuh orang tua dapat memengaruhi kondisi mental anak di kemudian hari, lho.

“Temuan yang paling menarik adalah bahwa gejala kecemasan dan depresi pada anak-anak tampaknya tidak hanya terkait dengan kecenderungan genetik mereka sendiri. Profil genetik orang tua juga tampaknya berperan,” kata seorang ahli dari Pusat Penelitian PROMENTA, Razieh Chegeni.

Mungkin selama ini kita mengetahui bahwa peran dan kehadiran orang tua sangat penting bagi kesehatan mental anak. Namun, materi genetik dari ibu, ayah, dan anak, secara bersamaan saling berkaitan dalam mendukung kesehatan mental yang baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini dikemukakan dalam studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Mental Health. Yuk, simak penjelasan lengkapnya agar Bunda memahami lebih lanjut terkait bagaimana gen orang tua wariskan kesehatan mental pada anak.

Temuan gen orang tua yang dapat wariskan kesehatan mental

Temuan yang dilakukan para ahli dari Universitas Oslo memberikan sebuah wawasan baru mengenai kesehatan mental anak. Selain itu, genetik orang tua juga dipercaya dapat membentuk lingkungan anak dalam tumbuh dan berkembang.

Nah, baik atau tidaknya lingkungan anak saat bertumbuh dan berkembang dipengaruhi bagaimana orang tua berperilaku dan menerapkan pola asuh pada anak. Tak hanya itu, tingkat kecemasan, depresi, dan stres pada anak juga dipengaruhi oleh faktor tersebut.

Kecenderungan genetik orang tua menjadi pengaruh bagaimana anak-anak mengatur emosi, menghadapi kehidupan sehari-hari, hingga bersosialisasi. Dengan cara ini, pewarisan genetik dapat memengaruhi lingkungan tempat anak dibesarkan.

Melansir dari News Medical & Life Sciences, studi yang dipimpin oleh Razieh Chegeni ini melibatkan lebih dari 9.314 keluarga. Mereka menganalisis data anak dan genetik orang tua, kebiasaan, dan pola asuh yang diuji dalam studi kohort sebelumnya.

Hasil dari penelitian yang melibatkan genetik dan kesehatan mental

Pada anak-anak, hubungan tersebut jauh lebih kuat saat anak berusia 14 tahun daripada di usia 8 tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak gen dan lingkungan rumah sangat dinamis (berubah-ubah) dari masa kanak-kanak hingga remaja.

Sementara dari sisi orang tua, pewarisan genetik terhadap kebiasaan ibu dan kesejahteraan psikologis ayah sangat menonjol dalam berbagai bentuk. Chegeni menekankan bahwa faktor tersebut menunjukkan bagaimana genetik orang tua dapat memengaruhi lingkungan keluarga di sekitar anak.

Pada saat yang sama, para peneliti menegaskan bahwa ini bukanlah indikator untuk memprediksi kesehatan mental pada anak-anak secara individu. Bahkan, temuan ini hanya menunjukkan sekitar 2,7 persen variasi gejala depresi dan 1,2 persen variasi kecemasan.

“Gen bukanlah satu-satunya penentu. Temuan ini tidak dimaksudkan untuk memprediksi kesehatan mental tiap anak, melainkan untuk memberikan pemahaman lebih dalam tentang bagaimana risiko dapat diwariskan antar generasi,” pungkas Chegeni.

Jadi, dapat dikatakan bahwa risiko kecemasan dan depresi pada anak tidak hanya dipengaruhi oleh gen yang diwariskan, tetapi juga oleh sifat dan kecenderungan genetik orang tua yang membentuk lingkungan tempat anak tumbuh.

Kecenderungan genetik terhadap kecemasan tersebut dapat memengaruhi cara orang tua merespon stres, berinteraksi dengan anak, dan menciptakan suasana di rumah. Sehingga, gen memang dapat mewariskan kesehatan mental, tetapi bagaimana cara orang tua bersikap menjadi faktor pendukung yang juga membentuk kesehatan mental anak.

Demikian penjelasan tentang gen orang tua yang mampu wariskan kesehatan mental pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.