Wed,5 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Kemenkes Angkat Bicara soal Dugaan Nakes yang Ejek Pasien BPJS karena Keluhan Antre 8 Jam

Kemenkes Angkat Bicara soal Dugaan Nakes yang Ejek Pasien BPJS karena Keluhan Antre 8 Jam

kemenkes-angkat-bicara-soal-dugaan-nakes-yang-ejek-pasien-bpjs-karena-keluhan-antre-8-jam
Kemenkes Angkat Bicara soal Dugaan Nakes yang Ejek Pasien BPJS karena Keluhan Antre 8 Jam
service

Jakarta

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan tanggapan terkait ramainya perbincangan di media sosial mengenai komentar sejumlah tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) yang dinilai kurang menunjukkan empati terhadap seorang pasien BPJS Kesehatan.

Perbincangan ini bermula dari unggahan viral seorang pasien BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan di akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026. Dalam unggahannya, Yurizal mengaku harus menunggu kamar rawat inap selama delapan jam. Namun, ia tidak mengungkapkan nama rumah sakit tempat dirinya menjalani perawatan.

“8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs,” tulis Yurizal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alih-alih mendapat simpati, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar bernada menghina. Sebagian akun bahkan menyarankan Yurizal pindah ke ruang jenazah agar lebih cepat mendapat kamar. Ada pula komentar yang menyinggung penyakit serius dan menyakiti diri dengan nada bercanda.

Sejumlah akun yang menuliskan komentar tersebut diduga berprofesi sebagai dokter, perawat, maupun tenaga kesehatan lain berdasarkan informasi yang tercantum di profil media sosial mereka. Namun hingga kini identitas maupun profesi para pemilik akun tersebut belum seluruhnya terverifikasi.

Perbincangan semakin meluas setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Kabar duka itu disampaikan oleh sepupunya melalui media sosial dan membuat unggahan lama Yurizal kembali viral.

Meski begitu, belum ada keterangan medis maupun pernyataan resmi yang memastikan kematian Yurizal berkaitan dengan lamanya menunggu kamar perawatan. Identitas rumah sakit, penyakit yang diderita, hingga hubungan antara waktu tunggu dengan kematiannya juga belum diketahui secara pasti.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Mulawarman menyayangkan komentar dari sebagian tenaga medis maupun tenaga kesehatan di media sosial yang dinilai minim empati terhadap pasien dan keluarganya.

“Kemenkes menyayangkan beredarnya komentar dari sebagian tenaga medis/tenaga kesehatan di media sosial yang terkesan tidak berempati terhadap pasien maupun keluarganya yang sedang menjalani pelayanan kesehatan,” beber Aji saat dihubungi detikcom, Rabu (5/8/2026).

Aji mengingatkan tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk mengedepankan empati serta komunikasi yang baik, termasuk saat menyampaikan pendapat di ruang digital. Sikap bijak dalam menggunakan media sosial disebut sebagai bagian dari profesionalisme.

“Kami mengimbau sebaiknya kita semua mengedepankan empati dan komunikasi yang baik dalam menanggapi sebuah peristiwa di masyarakat. Pada konteks ini harus bijak dalam bermedia sosial. Hal ini juga merupakan bagian dari profesionalisme tenaga medis dan tenaga kesehatan,” lanjut Aji.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.