Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. FKY 2025 Kembali Digelar, Simbol Penguat Identitas Kebudayaan Yogyakarta

FKY 2025 Kembali Digelar, Simbol Penguat Identitas Kebudayaan Yogyakarta

fky-2025-kembali-digelar,-simbol-penguat-identitas-kebudayaan-yogyakarta
FKY 2025 Kembali Digelar, Simbol Penguat Identitas Kebudayaan Yogyakarta
service

FKY 2025 Kembali Digelar, Simbol Penguat Identitas Kebudayaan Yogyakarta


Perhelatan kebudayaan akbar di Yogyakarta, Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 akan diselenggarakan pada 11 hingga 18 Oktober 2025 di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara tahun ini merupakan tahun ketiga dari pelaksanaan peta jalan lima tahunan FKY, dengan mengangkat tema adat istiadat.

Lokasi utama festival akan bertempat di Lapangan Desa Logandeng, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul. Tagline yang diusung untuk tema tahun ini adalah “Adoh Ratu, Cedhak Watu” yang secara harfiah berarti “jauh dari raja/pemimpin, dekat dengan batu”.

Tema tersebut merefleksikan etos masyarakat Gunungkidul yang hidup mandiri walau jauh dari pusat politik, berakar pada alam, serta tetap menjaga solidaritas sosial.

Selama Ini Digelar Bergiliran Antarkabupaten-Kota DIY

Kepala Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta Dian Lakshmi Pratiwi dalam Jumpa Pers FKY 2025 | Foto: GNFI/Pierre Rainer

info gambar

Kepala Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta Dian Lakshmi Pratiwi dalam Jumpa Pers FKY 2025 | Foto: GNFI/Pierre Rainer

Festival kebudayaan seperti ini telah digelar oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta sejak tahun 1989, dan memang digelar dengan skema tuan rumah yang berkeliling di 4 kabupaten dan 1 kota di DI Yogyakarta. Tentunya, setiap tuan rumah menghadirkan warna, kerja budaya, serta objek kebudayaan yang berbeda untuk dipamerkan kepada seluruh pengunjung yang datang.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta Dian Lakshmi Pratiwi menyebut bahwa FKY kali ini merupakan bagian dari rebranding acara kebudayaan di Yogyakarta. 

“Tahun ini adalah tahun ketiga dari rebranding. Ini sesuai dengan roadmap yang setiap tahunnya berpindah dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya,” kata Dian dalam Jumpa Pers FKY 2025, Sabtu (04/10).

9 Program dalam FKY 2025

Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 menghadirkan sembilan program utama dan pendukung. Pembukaan festival ditandai dengan Pawai Rajakaya, arak-arakan ternak yang terinspirasi dari tradisi Gumbrengan, sebagai ungkapan syukur warga Gunungkidul terhadap kelimpahan dan keselamatan hewan ternak.

Selain itu, Kompetisi FKY membuka ruang bagi masyarakat untuk berkreasi melalui lomba Panji Desa, Ternak Sehat, dan Jurnalisme Warga, yang akan menunjukkan inovasi, kesehatan lingkungan, serta pameran budaya dari sudut pandang warga.

Program Jelajah Budaya menjadi sarana pertukaran pengetahuan tentang adat melalui kegiatan Telusur Tutur, Lokakarya, dan Sandiswara, sedangkan Gelaran Olah Rupa menampilkan kolaborasi antara seniman dan warga lokal Gunungkidul. Terdapat pula Panggung FKY, FKY Bugar, Pasaraya Adat Ruwang Berdaya, Pawon Hajat Khasiat, serta diskusi bertajuk FKY Rembug.

Kolaborasi Gunungkidul, Representasi Yogyakarta

Prosesi pemotongan tumpeng pada Jumpa Pers FKY 2025, Sabtu (04/10) | Foto: GNFI/Ali Irawan

info gambar

Prosesi pemotongan tumpeng pada Jumpa Pers FKY 2025, Sabtu (04/10) | Foto: GNFI/Ali Irawan


Dalam jumpa pers yang sama, Perwakilan Steering Committee Festival Kebudayaan Yogyakarta Koes Yuliadi mengatakan bahwa tema FKY 2025 ini memang sangat merepresentasikan Gunungkidul.

“Tema ini menjadi konsep yang luar biasa ketika ingin menguatkan identitas masyarakat. Di Gunungkidul tema ini tertuang dalam hubungan manusia dengan manusia, alam, dan Tuhan, sebagai contoh dengan adanya hubungan manusia dengan ternak yang terwujud dalam adat istiadat,” papar Koes Yuliadi kepada awak media.

Penyelenggaraan FKY 2025 sendiri merupakan hasil kolaborasi dari panitia pelaksana/programmer, pelaku budaya/seniman, bersama komunitas lokal di Gunungkidul. Seluruh program FKY 2025 terbuka untuk umum dan para pengunjung dapat melihat agenda harian festival melalui media sosial maupun wesbite FKY.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.