Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Pidato Soekarno dalam Peringatan HUT TNI 1950, Singgung Soal 3 Hal Pokok yang Mesti Dihadapi Waktu Itu

Pidato Soekarno dalam Peringatan HUT TNI 1950, Singgung Soal 3 Hal Pokok yang Mesti Dihadapi Waktu Itu

pidato-soekarno-dalam-peringatan-hut-tni-1950,-singgung-soal-3-hal-pokok-yang-mesti-dihadapi-waktu-itu
Pidato Soekarno dalam Peringatan HUT TNI 1950, Singgung Soal 3 Hal Pokok yang Mesti Dihadapi Waktu Itu
service

Pidato Soekarno dalam Peringatan HUT TNI 1950, Singgung Soal 3 Hal Pokok yang Mesti Dihadapi Waktu Itu

images info

Pidato Soekarno dalam Peringatan HUT TNI 1950, Singgung Soal 3 Hal Pokok yang Mesti Dihadapi Waktu Itu


Peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia atau HUT TNI selalu dirayakan pada 5 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini merujuk kepada tanggal terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat yang menjadi cikal bakal TNI pada 5 Oktober 1945.

Salah satu momen peringatan HUT TNI pernah terjadi pada 1950 silam. Pada perayaan hari ulang tahun yang kelimanya tersebut, Soekarno yang saat itu menjadi Presiden Indonesia pernah memberikan pidato terkait momentum ini.

Dalam pidatonya, Soekarno menyoroti kondisi angkatan perang Indonesia pada waktu itu. Selain itu, Bapak Proklamator tersebut juga membahas tiga hal penting yang mesti dihadapi oleh tentara sekaligus bangsa Indonesia pada momentum tersebut.

Lantas apa saja isi bahasan pidato Soekarno dalam peringatan HUT TNI yang kelima pada 1950?

Pidato Soekarno dalam HUT TNI 1950

Dilansir dari artikel “3 Soal Angkatan Perang, Pidato Panglima Tertinggi Sukarno” yang terbit di surat kabar Fikiran Rakyat edisi 6 Oktober 1950, Soekarno menghadiri peringatan HUT TNI pada 5 Oktober 1950 yang digelar di Jakarta. Sebagai Panglima Tertinggi, Soekarno juga turut memberikan pidato dalam perayaan momentum tersebut.

Pidato yang disampaikan oleh Soekarno tidak hanya ditujukan untuk angkatan perang saja. Akan tetapi, pidato ini juga ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia secara umum.

Dalam pidatonya, Soekarno menyebutkan ada tiga hal pokok yang mesti dihadapi oleh TNI pada waktu itu. Pertama, pada periode tersebut tengah terjadi peralihan tanggung jawab dari militer Belanda terhadap angkatan perang Indonesia.

Selain itu, Soekarno juga menyinggung soal likuidasi alat-alat militer Belanda pada waktu itu. Hal pokok terakhir yang dibahas Soekarno dalam pidatonya berkaitan dengan penyesuaian angkatan perang Indonesia atas situasi yang terjadi pada momen tersebut.

Soekarno juga menyebutkan bahwa TNI merupakan hasil terbesar dari revolusi yang dialami oleh Indonesia. Oleh sebab itu, keberadaan TNI tidak bisa dipisahkan kedudukannya dengan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Tugas utama TNI berkaitan dengan kepentingan masyarakat secara umumnya. “Tugas ini adalah penting, yang maha penting,” tutur Soekarno dalam pidatonya, seperti yang dikutip dari surat kabar Fikiran Rakyat.

Namun tugas yang diemban oleh TNI tidak sepenuhnya disokong begitu saja. Masyarakat juga turut andil dalam mengampu beban tanggung jawab tersebut.

Oleh sebab itu, Soekarno menghimbau agar seluruh masyarakat mampu mengerahkan seluruh tenaganya untuk bekerja sama serta saling menghargai antara satu sama lain.

Penyesuaian Angkatan Perang

Soekarno juga membahas tentang penyesuaian angkatan perang Indonesia dalam pidatonya. Soekarno menyebutkan bahwa keberadaan TNI yang sudah ada selama lima tahun lamanya merupakan hal yang menggembirakan.

Namun hal itu tidak serta merta menjadi hasil yang memuaskan begitu saja. Oleh sebab itu, Soekarno menyebutkan bahwa momentum peringatan HUT TNI tersebut bisa menjadi awal dari penyesuaian angkatan perang Indonesia di masa yang akan datang.

Lima tahun merupakan waktu yang cukup sebagai momen peralihan bagi TNI. Momen ini juga menjadi langkah awal untuk pembangunan TNI yang lebih baik ke depannya.

Soekarno juga menghimbau agar angkatan perang tidak terpaku pada perjuangan yang sudah dialami di masa lalu saja. Angkatan perang mesti melihat ke depan agar terus berkembang.

Usia lima tahun yang sudah dialami dan dilewati sebelumnya bisa menjadi momen pengalaman berharga bagi TNI. Soekarno menyebutkan bahwa pengalaman ini bisa menjadi bekal untuk menghadapi tuntutan zaman yang terjadi di masa yang akan datang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editor arrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.