Mon,31 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Apriyadi, komikus Bantul yang jadi ilustrator resmi komik ‘Storm'”

Apriyadi, komikus Bantul yang jadi ilustrator resmi komik ‘Storm'”

apriyadi,-komikus-bantul-yang-jadi-ilustrator-resmi-komik-‘storm'”
Apriyadi, komikus Bantul yang jadi ilustrator resmi komik ‘Storm'”
service

Pernah ada masa ketika saya berani bermimpi menjadi ilustrator ‘Storm’. Dan ternyata mimpi itu tercapai ketika penulis asli ‘Storm’ meminta saya menjadi ilustratornya.

Yogyakarta (ANTARA) – Di balik kesederhanaan sebuah rumah di Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Bantul, tersimpan jejak prestasi yang mendunia. Belasan lukisan dan sampul komik menghiasi dinding, menandai asal-usul karya-karya yang kini telah merambah pasar Amerika Serikat, Belanda, Jerman, dan seluruh penjuru Eropa.

Pemilik rumah itu adalah Apriyadi Kusbiantoro (50), seorang komikus senior Bantul yang sukses menaklukkan industri komik internasional. Kisahnya berawal dari hobi masa kecil yang dulu kerap diremehkan, tapi kini telah membuahkan hasil nyata.

Saat memasuki rumahnya, suasana seni langsung terasa. Berbagai Ilustrasi karakter dan sampul buku di dinding bukan sekadar hiasan, melainkan monumen perjalanan karier selama puluhan tahun. Di sudut ruang kerja mungil berukuran lima meter persegi, tumpukan kertas, kuas, dan cat air tetap setia menemani proses kreatifnya yang tak pernah padam.

Bagi Apri, sapaan akrabnya, karya-karya yang terpajang itu bukan sekadar dekorasi. Semua menjadi semacam lini masa yang mengingatkannya pada perjalanan panjang dari seorang anak yang gemar mencoret-coret buku pelajaran hingga menjadi ilustrator komik yang dikenal di mancanegara.

Dimarahi orangtua karena buku tulis penuh gambar

Kecintaan Apri terhadap komik telah tumbuh sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Namun, kegemaran itu tidak selalu mendapat restu orang tuanya. Apri masih ingat jelas bagaimana buku-buku pelajarannya lebih banyak dipenuhi coretan gambar daripada catatan pelajaran. Hal ini kerap memicu kemarahan orang tuanya.

“Waktu SD, orang tua saya sering kesel melihat buku tulis saya yang penuh gambar dibandingkan catatan pelajaran,” ujar Apri saat ditemui ANTARA di kediamannya, Jumat (5/6).

Kini, Apri memahami alasan di balik kemarahan tersebut. Pada masa itu, menggambar sering kali dipandang sebagai hobi yang tidak menjanjikan masa depan. Terlebih, sebagian besar waktunya habis untuk membaca komik, bukan belajar. Menurut Apri, pandangan masyarakat saat itu sangat berbeda dengan kini. Membaca komik bahkan sering dianggap dapat menurunkan kecerdasan akademis anak.

“Karena kala itu orang tua di sekitar saya menganggap kepintaran hanya didapat dari buku pelajaran,” katanya.

Berbagai komik Amerika dan Eropa menjadi teman setia masa kecilnya. Karakter seperti Batman, Superman, Captain America, hingga Storm dan Tintin mengisi hari-harinya. Koleksi komik tersebut sebagian besar berasal dari kakaknya yang gemar membeli dan menyewa buku komik.

“Saya nebeng di situ, jadi punya privilege dari kakak, walaupun memang orang tua tidak suka,” ujarnya sambil tertawa.

Dari kegemaran membaca itulah muncul keinginan untuk menciptakan komik sendiri. Saat duduk di bangku SMP, ia mulai membuat cerita lengkap dengan ilustrasinya. Namun, tidak satu pun berhasil diselesaikan karena masih sebatas sarana menyalurkan hobi.

Baca juga: Kreator komik RI unjuk gigi di Futura Connectiva Kuala Lumpur 2025

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.