Mon,31 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Bahaya Kabut Asap untuk Kesehatan Anak, Lakukan Ini untuk Mencegah Risikonya

Bahaya Kabut Asap untuk Kesehatan Anak, Lakukan Ini untuk Mencegah Risikonya

bahaya-kabut-asap-untuk-kesehatan-anak,-lakukan-ini-untuk-mencegah-risikonya
Bahaya Kabut Asap untuk Kesehatan Anak, Lakukan Ini untuk Mencegah Risikonya
service

Kebakaran hutan sangat berdampak di berbagai aspek, terutama bagi lingkungan dan kesehatan. Pasalnya, asap tebal tersebut dapat menyebar ke berbagai wilayah dan bisa menimbulkan penurunan kualitas udara. 

Kesehatan anak-anak perlu sangat diperhatikan saat kabut asap terjadi. Paru-paru mereka masih dalam tahap perkembangan sehingga rentan mengalami gangguan kesehatan dalam kondisi udara yang tidak sehat. 

Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau Environmental Protection Agency (EPA), asap, abu, dan partikel lain hasil kebakaran hutan sangat berpengaruh dan rentan terhadap paru-paru anak karena dapat mengganggu sistem pernafasan. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Mereka (anak) menghirup lebih banyak udara, minum lebih banyak air, dan makan lebih banyak daripada orang dewasa.” kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Karena anak masih dalam masa pertumbuhan, mereka membutuhkan lebih banyak udara dan asupan setiap hari. Kondisi ini juga membuat anak berisiko terpapar polutan dalam jumlah yang lebih besar. Paparan polusi, terutama akibat kebakaran hutan, tentu tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan anak.

Dampak kebakaran hutan bagi anak-anak

 Simak ulasan selengkapnya berikut ini!

1. Polusi beracun

Asap dari kebakaran hutan mengandung bahan kimia beracun yang berasal dari rumah, kendaraan, atau material lain yang terbakar. Dikutip dari detikcom, UNICEF menyatakan kebakaran hutan dapat melepaskan campuran polutan beracun, termasuk karbon monoksida, nitrogen oksida, senyama organik volatil, logam berat, dan partikel halus (PM2.5). 

Dikutip dari USA Today, Asap kebakaran hutan mengandung partikel yang sangat kecil yang berupa campuran dari partikel padat dan tetesan cairan yang kecil yang cukup untuk menembus jauh ke dalam paru-paru. Sehingga ketika dihirup, paru-paru anak dapat menyebabkan iritasi dan masalah pernapasan, termasuk asma atau alergi.

UCHealt University of Colorado Hospital, juga menyatakan bahwa asap kebakaran dapat menyebabkan peradangan yang mempersempit saluran pernafasan. Hal ini dapat menyebabkan seseorang merasa sesak nafas dan sesak di dada.

Catatan dari UNICEF menunjukkan bahwa asap kebakaran lahan secara global telah menelan hampir 27.000 nyawa anak di bawah usia lima tahun.

2. Perkembangan otak dan kesehatan terganggu

Dokter spesialis Pulmonologi Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Sumardi, Sp PD-KP, mengatakan jika kabut asap bisa mengganggu perkembangan otak anak sehingga kecerdasan bisa terkena dampaknya.

Selain itu, asap kebakaran hutan dapat mengganggu kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan. Ibu hamil terancam terkena gangguan hipoksia, yang membuat pasokan oksigen dalam tubuh berkurang.

“Perkembangan otak maupun organnya terganggu dan kebanyakan terlahir dengan berat badan lahir rendah.” ucap dr. Sumardi.

Selain itu, EPA menyebutkan jika asap kebakaran hutan dapat mengganggu kesehatan anak. Ketika anak menghirup asap tersebut, kemungkinan besar anak akan mengalami sesak dada, kesulitan bernafas, batuk, pusing, sensasi terbakar di hidung dan tenggorokan, dan mata yang terasa panas.

Cara melindungi anak dari asap kebakaran hutan

Karena kebakaran hutan bukan hal yang lumrah terjadi, mungkin kebanyakan orang tua banyak yang tidak mengalaminya sehingga tidak memikirkan cara menanggulangi atau mencegah hal tersebut. 

Kini, orang tua perlu melindungi anak mereka dengan menciptakan ruang aman. Dengan begitu, diharapkan Si Kecil bisa jauh dari dampak asap kebakaran yang bisa merugikan kesehatannya. CDC memiliki saran untuk menjaga keselamatan anak, dengan penjelasan sebagai berikut.

  • Pantau indeks kualitas udara: Bunda perlu memantau kualitas udara melalu iqair.com atau aplikasi serupa lainnya untuk melihat kualitas udara di daerah Bunda. Ketika udara memburuk sebaiknya pantau atau ubah aktivitas Si Kecil untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan.
  • Jaga anak tetap berada di dalam ruangan: Jika anak memiliki asma, alergi, atau masalah pernapasan lainnya, alangkah lebih baik menjaga anak untuk tetap berada di dalam ruangan ketika udara semakin buruk.
  • Jaga kebersihan udara di dalam ruangan: Pastikan Bunda menutup jendela dan matikan saluran udara segar pada AC.
  • Waspadai masalah: gejala yang menjadi penanda paparan asap kebakaran hutan pada anak, meliputi batuk, sesak dada, kesulitan bernafas, mata atau tenggorokan terasa terbakar, dan tanda serupa lainnya. Jika Bunda merasa anak muncul gejala tersebut, segera cari perawatan medis, ya, Bunda.

Menurut EPA, anak tidak disarankan bergantung pada masker sebagai pelindung dari asap. Hal ini karena masker tidak dirancang untuk melindungi seseorang dari asap kebakaran hutan. Maka dari itu, orang tua harus menyadari masalah yang disebabkan oleh asap dan panas dari kebakaran hutan.

“Gabungan panas dan asap kebakaran hutan menciptakan risiko nyata bagi anak-anak karena dua hal itu terjadi bersamaan dan keduanya saling memengaruhi.” ucap Laura Schifter, peneliti senior di The Aspen Institute sekaligus pendiri dan direktur This Is Planet Ed.

Itulah bahaya kabut asap untuk kesehatan anak dan beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah risikonya. Semoga membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.