Wed,12 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. IPPNU Ajak Pelajar Lampung Hadapi Era AI dengan Integritas dan Personal Branding Positif

IPPNU Ajak Pelajar Lampung Hadapi Era AI dengan Integritas dan Personal Branding Positif

ippnu-ajak-pelajar-lampung-hadapi-era-ai-dengan-integritas-dan-personal-branding-positif
IPPNU Ajak Pelajar Lampung Hadapi Era AI dengan Integritas dan Personal Branding Positif
service

Bandarlampung, NU Online

Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) menggelar sarasehan bertajuk Belajar, Berjuang, Bertakwa Bersama Pelajar Lampung yang diikuti pengurus OSIS, Rohis, dan IPPNU di Balai Keratun Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu (13/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diajak mempersiapkan diri menghadapi era disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Para calon pemimpin masa depan itu ditantang untuk tidak hanya memanfaatkan kemudahan teknologi digital, tetapi juga menjaga integritas moral dan membangun personal branding yang bijak di media sosial.

Ketua Umum PP IPPNU, Whasfi Velasufah, menekankan bahwa teknologi seperti ChatGPT memang mempermudah berbagai tugas akademik pelajar. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru, mulai dari ancaman kejahatan siber hingga persoalan integritas dan kesiapan menghadapi masa depan.

Untuk mempersiapkan bekal di masa mendatang, ia mengingatkan pentingnya membangun relasi sejak dini.

“Jangan sepelekan langkah kecil ini. Jangan lupa saling menyimpan kontak. Karena ke depan, selain keterampilan, ada yang namanya relasi. Kita bisa saling mengenal, mungkin nanti diterima di kampus yang sama atau bertemu di level yang berbeda,” ujar Vela dalam sambutannya.

Senada dengan itu, Kepala Subdirektorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Lelis Tsuroya, menegaskan bahwa di era AI, ketika sebuah makalah dapat diselesaikan dalam hitungan detik, nilai seorang pelajar tidak lagi hanya diukur dari angka akademik, tetapi juga dari integritasnya dalam memanfaatkan teknologi.

“Pelajar yang bertakwa tahu bahwa menyontek menggunakan AI lalu mengakuinya sebagai karya pribadi adalah bentuk pengkhianatan terhadap ilmu,” tegas Lelis.

Ia mengibaratkan capaian akademik yang tinggi tanpa fondasi akhlak seperti mobil yang melaju kencang tanpa rem. Menurutnya, keimanan dan ketakwaan juga menjadi penyangga penting bagi kesehatan mental Generasi Z dan Generasi Alpha.

Lelis turut mengajak para pelajar mengembangkan nalar kritis agar tidak mudah terjebak fenomena Fear of Missing Out (FOMO), hoaks, maupun ujaran kebencian saat bermedia sosial.

Selain menjaga integritas dan kemampuan berpikir kritis, Tokoh Inspiratif Muda Lampung, Anistia Rizki, mengajak pelajar untuk menjaga rekam jejak digital. Ia mengingatkan bahwa status dan unggahan di WhatsApp, Instagram, maupun TikTok secara tidak langsung membentuk persepsi orang lain terhadap diri seseorang.

Menurutnya, ambisi dan cita-cita masa depan dapat terhambat oleh jejak digital yang kurang bijak di masa lalu. Ia mencontohkan bagaimana rekam jejak digital para pejabat publik kerap menjadi perhatian masyarakat.

“Artinya, teman-teman, yang ingin saya sampaikan adalah kita harus sangat berhati-hati dalam menggunakan media sosial, baik WhatsApp, Instagram, TikTok, maupun platform lainnya. Karena sesederhana apa pun unggahan yang kita buat, semuanya memiliki pengaruh,” katanya.

“Jangan sampai proses kalian menggapai cita-cita terganjal oleh unggahan yang pernah dibuat di masa lalu,” pungkas Anis.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.