Mon,13 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Era Mobil Listrik Murah Berakhir, Harga EV Mulai Naik di Indonesia

Era Mobil Listrik Murah Berakhir, Harga EV Mulai Naik di Indonesia

era-mobil-listrik-murah-berakhir,-harga-ev-mulai-naik-di-indonesia
Era Mobil Listrik Murah Berakhir, Harga EV Mulai Naik di Indonesia
service

KABARBURSA.COM – Era kendaraan listrik (electric vehicle/EV) murah yang selama beberapa tahun terakhir ditopang insentif impor dan perang harga agresif mulai memasuki babak baru.

Sejumlah produsen kini menghadapi tekanan untuk membangun fasilitas produksi lokal setelah pemerintah menghentikan berbagai fasilitas bagi kendaraan listrik impor utuh atau completely built up (CBU).

Perubahan tersebut mulai terlihat dari pergerakan harga sejumlah model EV di Indonesia sepanjang 2026. Beberapa merek yang sebelumnya mengandalkan strategi harga agresif mulai melakukan penyesuaian harga atau menghentikan program promosi peluncuran.

BYD Atto 1 varian Dynamic misalnya, mengalami kenaikan harga dari Rp195 juta menjadi Rp199 juta pada Februari 2026. Chery Omoda E5 Pure naik dari Rp369,9 juta menjadi Rp379,9 juta, sementara Wuling Air ev meningkat dari Rp206 juta menjadi Rp214 juta. Geely EX2 Pro juga beralih dari harga promosi Rp229,9 juta menjadi harga reguler Rp239,9 juta pada April 2026.

Meski kenaikan tersebut tidak terlalu besar, perubahan arah strategi harga menunjukkan industri kendaraan listrik mulai bergerak menjauhi pola diskon agresif yang sempat mewarnai persaingan selama dua tahun terakhir.

Pengamat otomotif, Yannes Martinus Pasaribu, menilai perang harga kendaraan listrik mulai mereda, meski belum sepenuhnya berakhir.

“Era perang harga EV mulai reda, tetapi belum sepenuhnya berakhir. Fase 2024-2025 adalah masa penetrasi agresif, ketika produsen China memakai diskon, bundling, dan harga rendah untuk merebut pangsa pasar. Pada Juni 2026, kenaikan harga beberapa brand EV menunjukkan produsen mulai menormalkan harga dan memperbaiki margin mereka,” kata Yannes kepada KabarBursa.com, Jumat, 19 Juni 2026.

Insentif Berakhir, Produsen Harus Beradaptasi

Perubahan strategi tersebut tidak terlepas dari berakhirnya berbagai insentif fiskal yang sebelumnya dinikmati kendaraan listrik impor.

Pemerintah menghentikan fasilitas impor CBU pada akhir 2025. Sejumlah produsen yang sebelumnya memperoleh kuota impor diwajibkan mulai melakukan produksi lokal atau completely knocked down (CKD) pada periode 2026–2027 dengan volume yang setara dengan kuota impor yang pernah diberikan.

Kebijakan tersebut berdampak langsung pada struktur biaya produsen. Selain kehilangan fasilitas fiskal, perusahaan juga harus menyiapkan investasi baru untuk membangun rantai produksi di dalam negeri.

Menurut Yannes, perubahan itu membuat strategi harga murah ekstrem semakin sulit dipertahankan. “Berakhirnya insentif CBU impor, tuntutan TKDN, biaya logistik, dan kebutuhan produksi lokal membuat harga murah ekstrem yang lama menjadi sulit dipertahankan,” ujarnya.

Sementara itu, tekanan lain datang dari kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Pada 2026, pemerintah menetapkan batas minimal TKDN kendaraan listrik sebesar 40 persen.

Aturan tersebut mendorong produsen untuk meningkatkan investasi pada fasilitas perakitan, pengadaan komponen lokal, hingga pengembangan rantai pasok domestik.

Konsekuensinya, biaya investasi awal meningkat. Produsen tidak lagi hanya bersaing melalui diskon dan promosi, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan bisnis melalui basis produksi yang lebih kuat.

Perubahan ini sekaligus menandai pergeseran model bisnis kendaraan listrik di Indonesia. Jika sebelumnya fokus utama berada pada ekspansi volume penjualan, kini perhatian mulai bergeser ke profitabilitas dan efisiensi operasional.

Produsen Mulai Kejar Margin

Perubahan strategi juga terlihat di tingkat global. Setelah perang harga yang berlangsung sepanjang 2025, sejumlah produsen kendaraan listrik China mulai mengalihkan fokus dari perebutan volume penjualan menuju pemulihan margin keuntungan.

Laba per kendaraan beberapa produsen dilaporkan mengalami tekanan akibat diskon agresif yang dilakukan selama fase ekspansi pasar. Untuk memperbaiki profitabilitas, perusahaan mulai mengurangi program cashback besar-besaran dan meningkatkan porsi penjualan kendaraan premium.

Langkah lain yang ditempuh adalah membangun fasilitas produksi di negara tujuan ekspor, termasuk Indonesia, guna menekan biaya logistik dan mengurangi risiko hambatan perdagangan di masa depan.

Meski demikian, Yannes menilai kompetisi di pasar kendaraan listrik belum berakhir. Persaingan hanya berubah bentuk.

“Saat ini akan masuk lagi beberapa brand low cost EV baru yang semakin menggerus pasar LCGC ICE brand Jepang utk segmen pasar di kota-kota besar,” ujarnya.

Menurut dia, fokus persaingan kini tidak lagi bertumpu pada diskon besar-besaran semata. “Jadi, perang harga berubah dari diskon destruktif menjadi perang nilai, garansi, fitur, pembiayaan, dan layanan 3 S (sales-service-spareparts),” katanya.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.