Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Apa Itu Agricultural Rural Farmers Training Center yang Baru Saja Diresmikan Kembali di Gambia?

Apa Itu Agricultural Rural Farmers Training Center yang Baru Saja Diresmikan Kembali di Gambia?

apa-itu-agricultural-rural-farmers-training-center-yang-baru-saja-diresmikan-kembali-di-gambia?
Apa Itu Agricultural Rural Farmers Training Center yang Baru Saja Diresmikan Kembali di Gambia?
service

2 Juli 2026 14.54 WIB • 2 menit

Agricultural Rural Farmers Training Center | Kemlu RI


Indonesia kembali mengukuhkan eksistensinya di Benua Afrika melalui diplomasi pertanian yang moncer. Indonesia meresmikan kembali Agricultural Rural Farmers Training Center (ARFTC) yang berlokasi di Jenoi, Gambia.

Pusat pelatihan pertanian ini resmi beroperasi kembali setelah melalui proses revitalisasi intensif oleh Pemerintah Indonesia. Peresmiannya dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, bersama Menlu Gambia pada 1 Juli 2026.

Langkah ini bukan sekadar urusan peremajaan infrastruktur fisik semata. ARFTC menjadi bukti komitmen Indonesia untuk terus bekerja sama di bidang strategis bersama Gambia untuk memperkuat ketahanan pangan.

Apa Itu ARFTC?

Agricultural Rural Farmers Training Center (ARFTC) di Gambia | Kemlu RI

info gambar

Agricultural Rural Farmers Training Center (ARFTC) di Gambia | Kemlu RI

Agricultural Rural Farmers Training Center alias ARFTC adalah pusat pelatihan pertanian dan penggerak ketahanan pangan di Afrika Barat. ARFTC pertama kali didirikan pada tahun 1996 atas inisiasi Indonesia. Pendiriannya melibatkan kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Yayasan Amal Masyarakat Pertanian Indonesia (YAMPI), dan FAO.

Sejak berdiri, pusat pelatihan ini banyak berkontribusi untuk melatih ribuan petani Gambia. Afrika. Tercatat lebih dari 6.000 petani dan penyuluh pertanian telah menimba ilmu di tempat ini. Bahkan, petani yang mendapatkan penyuluhan juga berasal dari berbagai negara Afrika Barat, seperti Guinea, Liberia, Mali, dan Senegal.

Revitalisasi ini bertujuan untuk memodernisasi fasilitas dan meningkatkan kapasitas pelatihan. Indonesia ingin memastikan ARFTC tetap relevan dengan tantangan pertanian modern dan perubahan iklim.

Membangun Kemandirian Pangan Afrika Barat

Gambia saat ini masih menghadapi tantangan serius terkait ketahanan pangan nasional. Mereka harus mengimpor sekitar 80–90 persen kebutuhan beras setiap tahunnya.

Kondisi ini dipicu oleh rendahnya hasil panen dan ketergantungan pada metode tradisional. Selain itu, perubahan iklim dan intrusi air laut mulai mengancam lahan-lahan sawah mereka.

Melihat kondisi ini, peran ARFTC menjadi sangat vital bagi masa depan pertanian Gambia. Pusat ini berfungsi sebagai tempat berbagai pengetahuan dan inovasi teknologi pertanian terbaru.

Pelatihan di ARFTC mencakup teknik budi daya beras hingga manajemen lahan yang berkelanjutan. Harapannya, hasil produksi lokal dapat meningkat drastis guna mengurangi ketergantungan impor beras dari luar.

ARFTC diproyeksikan berkembang menjadi sebuah Regional Centre of Excellence. Tempat ini akan menjadi pusat keunggulan pertanian untuk seluruh kawasan Afrika Barat.

Pemerintah Indonesia tengah menjajaki kolaborasi dengan berbagai mitra pembangunan internasional lainnya. Skema Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular akan menjadi landasan operasionalnya.

Konsep ini memungkinkan Indonesia berbagi pengalaman keberhasilan swasembada pangan kepada negara-negara di Afrika. Pengetahuan yang dibagikan diharapkan mampu mengubah masa depan ekonomi sebuah bangsa.

Upaya ini merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi ekonomi di pasar non-tradisional. Melalui ARFTC, diharapkan petani Gambia bisa mengelola sawahnya dan mendukung ketahanan pangan di kawasan Afrika Barat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.