Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau dan Yayasan Indonesia Cerah mengusulkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara Koto Ringin, Kabupaten Siak, Riau, yang mangkrak hampir dua dekade, jadi sumber pembangkit energi bersih dan terbarukan, bersumber matahari (surya). Mereka sampaikan itu pada sejumlah pejabat Siak, akhir Mei. “Kami ingin bantu Pemkab Siak cari pilihan atau alternatif, agar aset ini tidak terhenti dengan menggunakan peluang yang ada. Pemerintah daerah harus berperan dan kontribusi dalam kebijakan transisi energi berkeadilan,” kata Ahlul Fadli, Manager Advokasi dan Kampanye Walhi Riau. Kedua lembaga ini menawarkan dua sumber energi bersih untuk menggantikan aset PLTU Koto Ringin yang terbengkalai itu yakni pembangkit listrik energi surya dan hibrid, gabungan surya dan bersumber air (mini hidro). Data Global Horizontal Irradiation (GHI) mencatat potensi energi surya di Siak, berkisar antara 1.580-1.657 kWh/m2/tahun. Angka ini tergolong baik dengan estimasi kapasitas antara 18%-18,9% jadi perlu PLTS sekitar 23,3 MWp untuk menghasilkan energi listrik 36.792 MWh per tahun, setara kapasitas PLTU Koto Ringin 2×3,5 megawatt (MW) itu. Lahan pun hanya 24,2 hektar, lebih sedikit ketimbang areal PLTU Koto Ringin saat ini, 30 hektar. “Sehingga menyisakan ruang cukup luas untuk pengembangan lanjutan atau fungsi pendukung lainnya,” kata Sartika Nur Shalati, Peneliti Yayasan Indonesia Cerah. Kondisi itu makin memperkuat argumen PLTS merupakan alternatif pembangkit efisien secara spasial dan lebih ramah lingkungan. Dari segi investasi, proyek PLTS 23,3 MWp akan memerlukan estimasi capital expenditure (capex) antara US$16,31 juta–US$20,97 juta, kurs Rp16.500, dengan biaya Rp269 miliar-Rp346 miliar. PLTU, katanya, memang lebih konsisten menghasilkan daya listrik sepanjang waktu.…This article was originally published on Mongabay
Usul Proyek PLTU Batubara Mangkrak Riau jadi Pembangkit Surya dan Mini Hidro
Usul Proyek PLTU Batubara Mangkrak Riau jadi Pembangkit Surya dan Mini Hidro





Comments are closed.