Sun,12 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Usul Proyek PLTU Batubara Mangkrak Riau jadi Pembangkit Surya dan Mini Hidro

Usul Proyek PLTU Batubara Mangkrak Riau jadi Pembangkit Surya dan Mini Hidro

usul-proyek-pltu-batubara-mangkrak-riau-jadi-pembangkit-surya-dan-mini-hidro
Usul Proyek PLTU Batubara Mangkrak Riau jadi Pembangkit Surya dan Mini Hidro
service

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau dan Yayasan Indonesia Cerah mengusulkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara Koto Ringin, Kabupaten Siak, Riau, yang mangkrak hampir dua dekade, jadi sumber pembangkit energi bersih dan terbarukan, bersumber matahari (surya). Mereka sampaikan itu pada sejumlah pejabat Siak, akhir Mei. “Kami ingin bantu Pemkab Siak cari pilihan atau alternatif, agar aset ini tidak terhenti dengan menggunakan peluang yang ada. Pemerintah daerah harus berperan dan kontribusi dalam kebijakan transisi energi berkeadilan,” kata Ahlul Fadli, Manager Advokasi dan Kampanye Walhi Riau. Kedua lembaga ini menawarkan dua sumber energi bersih untuk menggantikan aset PLTU Koto Ringin yang terbengkalai itu yakni pembangkit listrik energi surya dan hibrid, gabungan surya dan bersumber air (mini hidro). Data Global Horizontal Irradiation (GHI) mencatat potensi energi surya di Siak, berkisar antara 1.580-1.657 kWh/m2/tahun. Angka ini tergolong baik dengan estimasi kapasitas antara 18%-18,9% jadi perlu  PLTS sekitar 23,3 MWp untuk menghasilkan energi listrik 36.792 MWh per tahun,  setara kapasitas PLTU Koto Ringin 2×3,5 megawatt (MW) itu. Lahan pun hanya 24,2 hektar, lebih sedikit ketimbang areal PLTU Koto Ringin saat ini, 30 hektar. “Sehingga menyisakan ruang cukup luas untuk pengembangan lanjutan atau fungsi pendukung lainnya,” kata Sartika Nur Shalati, Peneliti Yayasan Indonesia Cerah. Kondisi itu makin memperkuat argumen PLTS merupakan alternatif pembangkit efisien secara spasial dan lebih ramah lingkungan. Dari segi investasi, proyek PLTS 23,3 MWp akan memerlukan estimasi capital expenditure (capex) antara US$16,31 juta–US$20,97 juta,  kurs Rp16.500, dengan biaya  Rp269 miliar-Rp346 miliar. PLTU, katanya, memang lebih konsisten menghasilkan daya listrik sepanjang waktu.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.