Mubadalah.id – Penyakit yang menular melalui hubungan seksual dapat menjangkiti perempuan maupun laki-laki. Namun, perempuan lebih mudah tertular dari laki-laki daripada sebaliknya.
Mengapa demikian? Karena selama hubungan seksual berlangsung, penis masuk ke dalam tubuh perempuan melalui vagina, anus, atau mulut. Bibit penyakit yang terdapat di dalam air mani kemudian masuk ke bagian-bagian tubuh perempuan sehingga dapat mengancam rahim, saluran kemih, dan indung telur.
Karena sebagian besar infeksi tersebut berada di dalam tubuh perempuan, gejalanya sering kali lebih sulit diamati dibandingkan pada laki-laki.
Akibatnya, lebih sulit menentukan apakah seorang perempuan mengidap salah satu penyakit tersebut atau tidak, terlebih lagi untuk mengetahui secara pasti jenis penyakit yang ia derita.
Dengan kemajuan dunia kedokteran saat ini, sebenarnya telah tersedia berbagai pemeriksaan laboratorium yang dapat menunjukkan apakah seseorang mengidap penyakit tersebut atau tidak.
Namun, pemeriksaan itu belum tersedia di semua tempat. Kalaupun tersedia, biayanya bisa jadi terlalu mahal. Selain itu, hasil pemeriksaan tidak selalu akurat atau hanya mampu mendeteksi jenis penyakit tertentu, sehingga infeksi lain mungkin tidak teridentifikasi.
Apabila di daerah Anda belum tersedia layanan pemeriksaan yang akurat, dan Anda termasuk kelompok yang berisiko tertular, sering kali lebih baik menjalani pengobatan untuk berbagai jenis penyakit menular melalui hubungan seksual daripada menanggung risiko adanya penyakit yang tidak terdeteksi.
Mengapa begitu banyak perempuan mengidap penyakit-penyakit ini?
Salah satu penyebabnya adalah karena perempuan sering kali mengalami kesulitan untuk melindungi diri dari risiko penularan. Tidak jarang perempuan harus melayani keinginan seksual pasangannya kapan pun diminta.
Mereka juga tidak selalu mengetahui apakah pasangannya memiliki pasangan seksual lain, berapa banyak, seberapa sering berganti pasangan, atau apakah pasangan-pasangan tersebut mengidap penyakit menular melalui hubungan seksual.
Padahal, apabila salah satu pasangan seksual suaminya mengidap penyakit tersebut, perempuan juga akan menanggung akibatnya. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 340.





Comments are closed.