Hampir setiap rumah mengenal kucing. Hewan ini tidur di sofa, berburu serangga di halaman, atau meringkuk di pangkuan pemiliknya. Namun, jauh sebelum menjadi hewan peliharaan yang akrab dengan manusia, nenek moyang kucing rumahan hidup bebas di padang rumput, gurun, dan semak belukar Afrika hingga Asia. Spesies itu adalah Felis lybica, atau kucing liar Afro-Asia, yang hingga kini masih berkeliaran di alam liar dan menyimpan banyak misteri. Ironisnya, meski menjadi leluhur langsung kucing domestik (Felis catus), Felis lybica justru termasuk salah satu kucing liar yang paling sedikit dipelajari. Sebarannya sangat luas, mulai dari Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah, hingga India, Mongolia, dan Tiongkok. Namun, para ilmuwan mengakui pengetahuan tentang perilaku, jumlah populasi, bahkan tren keberadaannya masih sangat terbatas. Secara fisik, Felis lybica memang sangat mirip dengan kucing rumahan. Ukurannya hampir sama, tetapi kakinya lebih panjang, telinganya berwarna jingga kemerahan, dan warna bulunya menyesuaikan lingkungan, mulai dari cokelat pasir hingga keabu-abuan. Kemiripan inilah yang membuat keduanya mudah kawin silang, sehingga sering kali sulit dibedakan hanya dari penampilan luar. Hubungan antara manusia dan Felis lybica diperkirakan dimulai sekitar 10 ribu tahun lalu, ketika manusia mulai bertani di kawasan Bulan Sabit Subur (suatu wilayah yang terbentang dari Turki hingga Irak saat ini). Lumbung penyimpanan hasil panen menarik tikus, sementara tikus mengundang kucing liar. Hubungan yang awalnya saling menguntungkan itu perlahan berkembang menjadi proses domestikasi. Kucing yang paling toleran terhadap kehadiran manusia memperoleh keuntungan berupa makanan melimpah, sedangkan manusia terbantu mengendalikan hama. Dari proses evolusi yang berlangsung ribuan tahun itulah lahir kucing rumahan yang kini…This article was originally published on Mongabay
Mengapa Kucing Rumahan Bisa Jinak? Jawabnya Ada pada Kucing Liar Ini
Mengapa Kucing Rumahan Bisa Jinak? Jawabnya Ada pada Kucing Liar Ini





Comments are closed.