Sat,1 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. PBNU Dorong Pesantren Terima Korban Kekerasan agar Tetap Bisa Melanjutkan Pendidikan

PBNU Dorong Pesantren Terima Korban Kekerasan agar Tetap Bisa Melanjutkan Pendidikan

pbnu-dorong-pesantren-terima-korban-kekerasan-agar-tetap-bisa-melanjutkan-pendidikan
PBNU Dorong Pesantren Terima Korban Kekerasan agar Tetap Bisa Melanjutkan Pendidikan
service

Pasuruan, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA Pesantren) mendorong pesantren membuka diri menerima santri korban kekerasan, termasuk kekerasan seksual, agar mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa menghadapi stigma.

Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Rakyat sekaligus Penanggung Jawab SAKA Pesantren PBNU, Alissa Wahid, mengatakan salah satu tantangan dalam penanganan kasus kekerasan di lingkungan pesantren adalah memastikan korban tetap memperoleh akses pendidikan di pesantren lain.

“Kita berharap pesantren-pesantren membuka diri untuk menampung anak-anak yang menjadi korban kekerasan, terutama kekerasan seksual. Karena biasanya ada stigma terhadap mereka. Itu yang kita harapkan tidak terjadi,” kata Alissa usai kegiatan Halaqah Implementasi Kespro di Pesantren Bayt Al Hikmah, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (30/7/2026).

Selain korban kekerasan, Alissa juga berharap pesantren bersedia menerima santri yang terdampak akibat penutupan lembaga pendidikan tempat mereka belajar karena kasus yang melibatkan pengasuh atau pengelola pesantren.

Ia mencontohkan penutupan sebuah pesantren di Jawa Barat pada 2025 akibat kasus kekerasan. Dampaknya, sekitar 30 santri yang tidak menjadi korban ikut kehilangan tempat belajar.

“Beberapa kali bahkan santri yang bukan korban ikut terdampak. Misalnya ada kasus kekerasan di sebuah pesantren, lalu pesantrennya ditutup. Mereka harus segera dicarikan tempat belajar yang baru,” jelasnya.

Menurut Alissa, dukungan pesantren lain untuk menerima para santri tersebut penting agar proses pendidikan mereka tidak terhenti akibat peristiwa yang berada di luar kendali mereka.

PBNU, lanjutnya, terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kekerasan di lingkungan pesantren melalui SAKA Pesantren bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU.

Berbagai langkah telah dilakukan untuk membangun sistem perlindungan santri yang berkelanjutan, mulai dari penguatan kapasitas pengasuh hingga penyusunan mekanisme penanganan kasus.

Program tersebut di antaranya melalui Training of Trainers (ToT) Pelatihan Musyrif-Musyrifah, peluncuran Gerakan Pesantrenku Aman Ramah Anak, serta roadshow ke berbagai daerah yang melibatkan pengasuh pesantren, dewan guru, musyrif-musyrifah, dan para santri. PBNU juga menyelenggarakan halaqah bersama para pengasuh pesantren guna merumuskan strategi memperkuat perlindungan santri.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.