Mubadalah.id – Carilah orang yang Anda anggap mau mendengarkan dan mampu memahami—kakak perempuan, sahabat, ibu, nenek, bibi, tetangga, bu guru, dan sebagainya. Bicarakan problema dan kecemasan Anda dengannya. Anda berdua bisa memperbincangkan perempuan-perempuan yang bisa dijadikan panutan dalam masyarakat, impian Anda, apa yang Anda inginkan, dan masa depan apa yang Anda anggap paling baik.
Banyak persoalan menggerogoti gadis praremaja, yang seharusnya menikmati masa mudanya, banyak belajar, dan mengusahakan perbaikan kehidupannya.
Sering intinya adalah ketiadaan teman bicara yang bisa dipercaya untuk mencurahkan pikiran dan perasaan. Membicarakan gagasan-gagasan dan angan-angan bisa menenangkan, memantapkan langkah ke depan.
Lalu, lakukan apa saja yang Anda dan teman-teman Anda anggap penting. Bila Anda melihat ada masalah dalam masyarakat, bicarakan dengan teman-teman.
Cobalah melakukan sesuatu untuk mengubah keadaan. Anda dan teman-teman akan bangga bila upaya itu berhasil memperbaiki kehidupan masyarakat. Percayalah bahwa Anda pun bisa berbuat sesuatu yang berarti, baik untuk diri sendiri maupun bagi orang lain.
Cobalah untuk Menentukan Masa Depan
Pertama-tama, tetapkan dulu apa sasaran yang ingin Anda capai. “Sasaran” artinya sesuatu yang paling Anda inginkan agar terjadi di masa mendatang. Contoh yang paling sederhana adalah cita-cita, “mau jadi apa” Anda kelak kalau sudah dewasa.
Bisa saja Anda ingin jadi dokter. Anda ingin memiliki toko. Atau mengasuh anak-anak yang sehat, cerdas, dan saleh. Banyak lagi pilihan yang Anda kehendaki. Ada pula sasaran yang bisa terwujud dalam waktu dekat, umpamanya lulus sekolah dengan nilai yang baik, melanjutkan pendidikan, mengikuti pelatihan keterampilan agar bisa mencari nafkah sendiri, dan sebagainya.
Kebanyakan gadis remaja merasa sulit menetapkan sasaran karena hidup mereka dikendalikan oleh keluarga atau tradisi masyarakat. Untuk memperbaiki kehidupan Anda sendiri, Anda bisa mulai dari penggalian apa yang sesungguhnya Anda inginkan. Ini langkah awal yang sangat penting.
Sesudah itu, cobalah temui seseorang, bisa perempuan, bisa laki-laki, yang sekarang sudah berkecimpung di bidang yang Anda inginkan. Mungkin Anda bisa bicara dengan orang yang paling Anda kagumi di sekitar Anda (dokter, guru, atau bahkan ayah dan ibu Anda sendiri).
Seorang panutan atau pemimpin masyarakat terdekat pun dapat Anda datangi. Tanyakan apakah Anda bisa menghabiskan waktu beberapa lama dengan tokoh yang Anda kagumi dan belajar lebih banyak tentang pekerjaan mereka saat ini.
Kadang seorang gadis merasa kecewa dan patah semangat lantaran impian serta harapannya untuk masa depan bertentangan dengan keyakinan masyarakatnya dan keluarganya tentang apa yang seharusnya dikerjakan oleh perempuan.
Penting sekali menjelaskan impian dan harapan ini dengan hati-hati kepada orang dewasa, khususnya yang berkepentingan seperti ayah dan ibu, serta mendengarkan apa pandangan mereka. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 76.





Comments are closed.