Tue,1 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Gus Yahya Ingatkan Ancaman Konflik Global, Dorong Diplomasi Berbasis Perdamaian

Gus Yahya Ingatkan Ancaman Konflik Global, Dorong Diplomasi Berbasis Perdamaian

gus-yahya-ingatkan-ancaman-konflik-global,-dorong-diplomasi-berbasis-perdamaian
Gus Yahya Ingatkan Ancaman Konflik Global, Dorong Diplomasi Berbasis Perdamaian
service

Jakarta, NU Online 

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menawarkan pendekatan diplomasi berbasis nilai-nilai Islam sebagai jalan keluar dari krisis peradaban dan konflik global. 

Hal tersebut ia sampaikan saat menyampaikan orasi ilmiah dalam acara Peluncuran Perdana Buku “Islam, Conflict, and Political Transformation in Southeast Asia” yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Auditorium Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Gus Yahya menegaskan bahwa perhatian utamanya bukan sekadar membedah teori ilmiah, melainkan keselamatan manusia yang terjebak di tengah pergolakan politik internasional. Menurutnya, tatanan dunia yang harmonis hanya bisa terwujud jika seluruh pihak berkomitmen pada kesetaraan hak dan kemanusiaan.

“Kita sebetulnya tidak punya pilihan supaya semua manusia, setiap manusia, bisa hidup dengan sentosa, merdeka, dan aman. Maka kita perlu memperjuangkan terwujudnya suatu tatanan internasional yang sungguh-sungguh adil dan harmonis,” kata Gus Yahya.

Sebagai pilar resolusi konflik dalam ranah peradaban Islam, Gus Yahya menarik inspirasi dari perjalanan sejarah Nabi Muhammad saw saat menyepakati Perjanjian Hudaibiyah. 

Ia menjelaskan bagaimana Rasulullah saw menunjukkan fleksibilitas luar biasa demi tercapainya konsensus damai, bahkan ketika utusan Quraish Makkah menuntut penghapusan redaksi bernuansa keagamaan dalam naskah perjanjian hingga penundaan ibadah umrah.

“Ketika utusan Quraisy Makkah meminta supaya kalimat Bismillahirrahmanirrahim dihapus, Rasulullah hapus saja. Ketika perunding Makkah ini meminta supaya sebutan Rasulullah dihapus dan diganti dengan Ibnu Abdillah, beliau hapus saja,” ujarnya.

Sikap diplomatik Rasulullah saw tersebut, lanjut Gus Yahya, menegaskan prinsip fundamental bahwa kesepakatan damai harus mampu mengesampingkan norma atau aturan asal demi mencegah kehancuran yang lebih besar.

“Inspirasi paling fundamental dari Sunnah Nabi adalah bahwa untuk menyelesaikan konflik, yang harus difokuskan adalah bagaimana mencapai kesepakatan, yaitu kesepakatan untuk berdamai. Apapun yang harus dikorbankan, harus dikorbankan demi kesepakatan damai karena itu yang paling utama,” tegasnya.

Ia mengkritik kecenderungan para aktor geopolitik dan lembaga internasional modern yang sering kali mengalami kebuntuan karena bersikeras mempertahankan norma hukum asal serta ego kelompok. Padahal, ketika kesepakatan untuk berdamai telah dicapai, seluruh aturan formal seharusnya ditundukkan di bawah konsensus tersebut demi menyelamatkan jiwa manusia dari ancaman krisis yang kian meluas.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang ini mengingatkan bahwa potensi eskalasi konflik dunia sangat nyata dan membutuhkan langkah konkret dari seluruh komponen peradaban.

“Kekacauan kemungkinan akan terus-menerus meningkat, semakin intens, dan semakin meluas apabila umat manusia ini tidak melakukan sesuatu untuk mencegahnya,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.