Jakarta, Arina.id — Sedikitnya lima orang tewas akibat hujan deras yang melanda wilayah Jepang bagian timur. Hujan ekstrem tersebut juga menyebabkan ribuan orang terlantar di Bandara Narita, serta mengganggu layanan kereta api dan lalu lintas jalan.
Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (13/8/2026) malam memicu peringatan tanah longsor dan pemadaman listrik. Badan Meteorologi Jepang (JMA) bahkan mengeluarkan peringatan hujan lebat level tertinggi untuk wilayah Chiba untuk pertama kalinya.
Di sejumlah daerah perdesaan di Chiba, lebih dari belasan mobil ditinggalkan di jalan-jalan yang tergenang banjir.
Sementara itu, kondisi di Bandara Internasional Narita dipenuhi penumpang yang terpaksa bermalam di terminal. Kantong tidur terlihat berserakan, sementara antrean panjang terjadi di area check-in.
Seorang wisatawan asal Inggris yang memperkenalkan dirinya sebagai Philip mengatakan kepada AFP bahwa dirinya membutuhkan waktu sekitar sembilan jam untuk mencapai bandara, termasuk menggunakan taksi, sebelum tiba pada Jumat (14/8/2026) pagi.
Dengan membawa kantong tidur, Philip mengatakan hanya berusaha beristirahat sambil menonton Netflix. “Jalani saja. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan,” ujarnya.
Lima Orang Tewas
Dalam rapat penanganan bencana di Chiba pada Jumat siang, seorang pejabat setempat mengonfirmasi lima orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Pemerintah Prefektur Chiba sebelumnya menyebut salah satu korban merupakan pria berusia sekitar 60 hingga 70 tahun yang ditemukan mengapung di jalan yang terendam banjir. Korban lainnya adalah perempuan berusia 66 tahun yang ditemukan terjebak di dalam mobil yang terendam.
Korban lain merupakan seorang pria yang belum diketahui usianya dan ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di jalan. Sementara itu, identitas dan usia satu korban lainnya masih belum diketahui.
Stasiun televisi publik NHK melaporkan jumlah korban meninggal dunia kemungkinan mencapai delapan orang.
Selain korban jiwa, hampir 26.000 rumah tangga di Prefektur Chiba mengalami pemadaman listrik. Lebih dari 80 rumah di sejumlah kota, termasuk Ichikawa, Kashiwa, dan Sakura, terendam banjir.
Hampir 90 rumah lainnya dilaporkan mengalami rembesan air dari bawah lantai.
“Saya tidak pernah menyangka akan menghabiskan malam di bandara, tetapi memang seperti ini keadaannya dan kami harus menjalaninya,” kata seorang penumpang yang terlantar kepada NHK.
Ribuan Penumpang Terlantar di Narita
Pejabat JMA mengatakan hujan yang terjadi di Chiba telah berkembang menjadi kondisi dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sekitar 6.000 orang terlantar semalaman di Bandara Narita, salah satu dari dua bandara utama yang melayani Tokyo. Sejumlah layanan kereta api menuju dan dari bandara juga dibatalkan hingga Jumat siang.
Penumpang terlihat mengantre di stasiun kereta Bandara Narita setelah sejumlah jalur kereta menuju bandara dihentikan akibat hujan deras.
Sejumlah pengguna media sosial melaporkan petugas bandara membagikan air minum, makanan, dan kantong tidur secara gratis kepada penumpang yang terdampak.
Ratusan orang lainnya juga terlantar di Stasiun Chiba akibat penghentian layanan kereta api. Sebagian warga terpaksa menghabiskan malam di tempat-tempat penampungan.
NHK melaporkan kondisi banjir di Kota Kashiwa cukup parah, dengan sejumlah mobil terendam hingga setinggi lampu depan.
Seorang perempuan di Kota Ichikawa, Chiba, mengatakan kepada NHK bahwa banjir datang secara tiba-tiba sehingga membuat warga tidak siap menghadapi situasi tersebut.
Pemadaman listrik juga menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang menjalankan usaha karena belum mengetahui kapan aktivitas bisnis dapat kembali normal.
Peringatan hujan lebat level 5 yang sebelumnya diberlakukan di sejumlah wilayah telah diturunkan menjadi level 4 pada Jumat pagi.
Para ilmuwan menyatakan perubahan iklim akibat aktivitas manusia turut meningkatkan frekuensi, durasi, dan intensitas cuaca ekstrem.





Comments are closed.