Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. Discord Akui Data Pengguna Bocor, Ini Dalang dan Modusnya

Discord Akui Data Pengguna Bocor, Ini Dalang dan Modusnya

discord-akui-data-pengguna-bocor,-ini-dalang-dan-modusnya
Discord Akui Data Pengguna Bocor, Ini Dalang dan Modusnya
service

kebocoran data Discord

Sumber: Silicon Republic

Teknologi.id – Platform komunikasi populer Discord tengah menjadi sorotan besar setelah mengonfirmasi adanya kebocoran data pengguna. Dalam pernyataan resmi pada Jumat (3/10/2025), Discord menyebut bahwa data pribadi dan dokumen identitas sejumlah pengguna telah diakses oleh pihak tak berwenang.

Ironisnya, insiden ini bukan disebabkan oleh kelalaian di sistem utama Discord, melainkan berasal dari serangan ke layanan pihak ketiga, Zendesk — platform yang selama ini menangani sistem dukungan pelanggan (customer support) Discord.

Baca juga: Inilah Cara Mudah Menambah Admin Server di Discord

Bukan Server Discord yang Diretas, Tapi Layanan Mitra

Menurut penjelasan resmi, peretas berhasil membobol sistem tiket pelanggan (support ticket) milik Zendesk. Di sinilah tersimpan data dari para pengguna yang pernah menghubungi tim Support atau Trust & Safety Discord — mulai dari laporan pelanggaran, masalah teknis, hingga verifikasi data pribadi.

Artinya, jika kamu pernah mengirim laporan ke tim dukungan Discord, data kamu bisa saja ikut terekspos.
Data yang bocor meliputi:

  • Nama lengkap dan nama pengguna

  • Alamat email

  • Riwayat percakapan dengan tim dukungan

  • Informasi penagihan terbatas (metode pembayaran, empat digit terakhir kartu)

  • Dokumen identitas resmi seperti SIM atau paspor

Discord belum menyebutkan jumlah pengguna yang terdampak, tetapi memastikan telah mengirimkan notifikasi resmi melalui email noreply@discord.com kepada semua akun yang berpotensi terkena dampak.

Motif Peretasan: Uang dan Ancaman

Hasil investigasi awal menunjukkan bahwa motif utama para peretas adalah keuntungan finansial. Mereka mencoba memeras Discord dengan ancaman akan mempublikasikan data curian.

Discord menjelaskan bahwa serangan ini tidak bertujuan merusak sistem, melainkan untuk menjual data pengguna di pasar gelap—sebuah pola yang kini makin sering terjadi di dunia kejahatan siber.

Reaksi Cepat dari Discord

Begitu mendeteksi adanya kebocoran, Discord langsung:

  1. Mencabut akses Zendesk dari sistem internal,

  2. Menggandeng pakar keamanan siber untuk investigasi forensik, dan

  3. Melaporkan kasus ini ke otoritas perlindungan data.

Selain itu, pengguna diimbau waspada terhadap email atau pesan mencurigakan, terutama phishing dan tautan palsu yang mengatasnamakan Discord.

Kelompok Hacker LAPSUS$ Diduga Dalangnya

Meski Discord belum menyebut nama pelaku, kelompok Scattered LAPSUS$ Hunters mengklaim bertanggung jawab. Grup ini merupakan gabungan dari tiga kelompok hacker besar: Scattered Spider, LAPSUS$, dan ShinyHunters — yang sebelumnya juga menyerang Microsoft, Nvidia, dan Uber.

Dalam unggahan di Telegram, mereka memamerkan tangkapan layar yang menunjukkan akses ke panel administratif Discord, sambil mengejek sistem keamanannya yang disebut masih “longgar.”

Mereka bahkan mengancam akan merilis data curian ke Data Leak Site (DLS), tempat para hacker menjual data curian ke pasar gelap.

Risiko Serius: Phishing, Penipuan, hingga Pencurian Identitas

Kebocoran yang mencakup dokumen resmi seperti SIM dan paspor bisa berdampak serius. Data tersebut berpotensi disalahgunakan untuk:

  • Pencurian identitas,

  • Penipuan online, atau

  • Pembuatan akun palsu di platform keuangan.

Pakar keamanan menilai, kasus ini menunjukkan bahwa ancaman siber kini juga datang dari mitra bisnis, bukan hanya dari serangan langsung ke server utama.

Pelajaran dari Kasus Discord

Insiden ini menjadi peringatan keras bagi perusahaan digital: keamanan data tidak cukup hanya dengan server kuat, tetapi juga harus memastikan vendor dan mitra memiliki standar keamanan setara.

Bagi pengguna, langkah pencegahan juga penting:

  • Jangan pernah mengirim dokumen pribadi sembarangan,

  • Selalu periksa alamat email pengirim,

  • Hindari mengklik tautan mencurigakan, dan

  • Aktifkan autentikasi dua langkah (2FA) di semua akun penting.

Baca juga: Instagram Makin Seru dengan Uji Coba Fitur Chat Baru yang Mirip Discord, Apa Bedanya?

Kesimpulan

Kasus kebocoran data Discord memperlihatkan betapa rentannya data pribadi di era digital. Sekalipun kamu menggunakan platform besar dan tepercaya, ancaman tetap ada — terutama dari celah pihak ketiga.

Gunakan momen ini sebagai pengingat untuk lebih bijak dalam menjaga keamanan digitalmu.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(mo)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.