Tue,21 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. Bukan Manusia Lagi yang Cari Kerja, AI Kini Rekrut Pekerja Lewat RentAHuman.ai

Bukan Manusia Lagi yang Cari Kerja, AI Kini Rekrut Pekerja Lewat RentAHuman.ai

bukan-manusia-lagi-yang-cari-kerja,-ai-kini-rekrut-pekerja-lewat-rentahuman.ai
Bukan Manusia Lagi yang Cari Kerja, AI Kini Rekrut Pekerja Lewat RentAHuman.ai
service


Foto: Getty

Teknologi.id – Sebuah fenomena baru muncul dalam ekonomi digital di mana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak lagi sekadar menjadi alat, melainkan bertindak sebagai pemberi kerja. Melalui platform eksperimental seperti RentAHuman.ai, AI kini dapat menyewa tenaga manusia untuk melakukan berbagai tugas fisik di dunia nyata yang belum mampu dilakukan oleh mesin.

Sistem ini mengubah paradigma gig economy yang selama ini kita kenal. Jika biasanya manusia menggunakan aplikasi untuk mencari pekerjaan dari perusahaan, kini sistem AI secara mandiri merekrut manusia, memberikan instruksi, hingga melakukan verifikasi hasil pekerjaan sebelum memberikan imbalan.

Mekanisme Kerja: AI sebagai Bos


Foto: Purdue University

Platform RentAHuman memungkinkan agen AI untuk mempekerjakan manusia guna menyelesaikan tugas-tugas yang membutuhkan kehadiran fisik atau penilaian manusiawi secara langsung. Tugas-tugas ini bisa sangat sederhana, seperti mengambil foto lokasi tertentu, melakukan verifikasi fisik suatu barang, atau tugas-tugas lapangan lainnya yang tidak bisa dijangkau oleh algoritma digital.

Dalam prosesnya, AI akan memberikan instruksi spesifik kepada “pekerja manusia” yang terdaftar. Setelah manusia menyelesaikan tugas tersebut, mereka harus mengunggah bukti kerja, biasanya berupa foto atau data digital lainnya, ke platform. Sistem AI kemudian akan memvalidasi bukti tersebut menggunakan teknologi visi komputer atau verifikasi data lainnya untuk memastikan tugas telah selesai sesuai standar.

Baca juga: Artificial General Intelligence: Ancaman, Peluang, atau Lawan Baru Manusia?

Sistem Pembayaran Menggunakan Kripto

Salah satu keunikan dari ekosistem ini adalah integrasi keuangan digital yang otomatis. Setelah tugas diverifikasi oleh AI, pembayaran akan dikirimkan secara instan kepada pekerja. Sebagian besar transaksi ini dilakukan menggunakan mata uang kripto untuk mempermudah pembayaran lintas batas dan memastikan proses yang terdesentralisasi tanpa campur tangan birokrasi bank tradisional.

Besaran bayaran ditentukan oleh tingkat kesulitan tugas dan urgensi yang ditetapkan oleh agen AI tersebut. Model ini memungkinkan terciptanya pasar tenaga kerja yang sangat dinamis, di mana harga jasa bisa berfluktuasi secara real-time berdasarkan permintaan dan penawaran di dalam ekosistem AI tersebut.

Baca juga: Mengenal Istilah Penting dalam Artificial Intelligence yang Wajib Diketahui

Eksperimen Baru dalam Hubungan Manusia-Mesin

Meskipun masih dalam tahap awal dan bersifat eksperimental, kemunculan platform sejenis RentAHuman memicu diskusi mengenai arah baru dunia kerja. Ini adalah bentuk evolusi dari crowdsourcing, namun dengan kendali penuh di tangan algoritma. AI tidak lagi hanya membantu pekerjaan administratif, tetapi sudah mampu “turun ke jalan” dengan meminjam tangan dan kaki manusia.

Bagi para pekerja, platform ini menawarkan fleksibilitas baru dalam mencari penghasilan tambahan hanya dengan bermodalkan ponsel pintar dan akses internet. Namun, para pengamat teknologi juga menyoroti bagaimana pola hubungan kerja ini akan berkembang, terutama terkait perlindungan pekerja dan standarisasi upah dalam sistem yang sepenuhnya diatur oleh mesin.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

(wn/sa)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.