Fri,21 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Forum Kiai Sepuh NU Tegaskan AHWA Bukan Mobilisasi Politik dan Transaksi Dukungan

Forum Kiai Sepuh NU Tegaskan AHWA Bukan Mobilisasi Politik dan Transaksi Dukungan

forum-kiai-sepuh-nu-tegaskan-ahwa-bukan-mobilisasi-politik-dan-transaksi-dukungan
Forum Kiai Sepuh NU Tegaskan AHWA Bukan Mobilisasi Politik dan Transaksi Dukungan
service

Jakarta, NU Online

Para kiai sepuh NU menggelar pertemuan silaturahmi di kantor PBNU lantai 8, Kamis (20/8/2026). Pertemuan tersebut digelar atas dasar keprihatinan terhadap berbagai kabar yang beredar menjelang Muktamar ke-35 NU.

Pertemuan itu menghasilkan sejumlah seruan moral menjelang Muktamar NU. Salah satunya menyerukan agar Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) tetap dijaga sebagai mekanisme musyawarah ulama dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU).

AHWA harus tetap ditempatkan sebagai wadah ulama, bukan instrumen perebutan kekuasaan.

“Pemilihan AHWA harus mencerminkan penghormatan pada integritas kealiman, keteladanan, kebijaksanaan, kewibawaan para kiai dan muktamirin,” demikian seruan forum yang dibacakan Rais Syuriyah PBNU KH Muhibbul Aman Aly (Gus Muhib).

Forum mendorong agar proses pemilihan AHWA dijauhkan dari segala bentuk transaksi dan mobilisasi yang tidak patut, tekanan, serta praktik-praktik yang dapat mencederai kemuliaan AHWA dan kehormatan para ulama.

Para kiai, imbuh Gus Muhib, menyayangkan munculnya fenomena penggalangan dukungan terhadap daftar calon AHWA tertentu jauh sebelum Muktamar. Terlebih, apabila dilakukan dengan cara-cara yang menyimpang dari nilai-nilai keulamaan, akhlak, dan tradisi yang telah lama berkembang.

“Pengondisian semacam itu berpotensi menggeser proses pemilihan AHWA dari musyawarah keulamaan menjadi arena mobilisasi politik dan transaksi dukungan,” katanya.

Selain itu, forum memandang praktik tersebut dapat mereduksi kemerdekaan PBNU, PWNU, dan PCNU dalam menentukan calon AHWA berdasarkan kejernihan hati nurani, pertimbangan kemaslahatan jam’iyah, dan penghormatan kepada ulama.

Hadir dalam kegiatan tersebut, baik secara daring maupun luring, sejumlah kiai dan tokoh NU, di antaranya Musytasyar PBNU Prof KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Ubab Maimoen, KH Mustofa Bisri, Prof KH Said Aqil Siroj, KH Idris Hamid, KH Kafabihi Mahrus, KH Ali Akbar Marbun, KH Muhtadi Dimyati, KH Muadz Thohir, KH Haris Shodaqoh, KH Nuh Addawami, KH Zuhri Zaini, KH Muhibbul Aman Aly, KH Nuruzzahri, KH Muhyiddin Ishaq, KH Abun Bunyamin, dan KH Ahmad Syatibi.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.