Jakarta (ANTARA) – Tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan An Se-young merebut gelar Kejuaraan Dunia BWF 2026 dengan catatan tanpa kehilangan satu gim setelah menundukkan Akane Yamaguchi pada final di New Delhi, India, Minggu.
An mengalahkan juara bertahan asal Jepang tersebut dua gim langsung 21-17, 21-14 dalam pertandingan selama 49 menit untuk meraih gelar juara dunia keduanya setelah menjadi yang terbaik pada edisi 2023.
Gim pertama berlangsung ketat ketika An yang memimpin 11-8 saat interval harus menghadapi kebangkitan Yamaguchi hingga berbalik tertinggal 16-17.
Namun, An mampu keluar dari tekanan dengan merebut lima poin beruntun untuk mengamankan gim pembuka 21-17.
Yamaguchi mencoba memberikan respons dengan membuka gim kedua melalui tiga poin beruntun, tetapi An segera mengambil alih permainan dengan pertahanan rapat dan penguasaan area depan.
An berbalik unggul 7-6 dan memperlebar jarak menjadi 11-7 saat interval. Yamaguchi sempat mendekat hingga 10-11, sebelum pemain Korea Selatan itu kembali menjauh dan menutup pertandingan 21-14.
Kemenangan tersebut menyempurnakan perjalanan An di New Delhi karena pemain 24 tahun itu menuntaskan seluruh pertandingan yang dijalaninya tanpa kehilangan satu gim.
Baca juga: Paceklik emas Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF berlanjut
Dalam perjalanan menuju final, An antara lain mengalahkan wakil Indonesia Thalita Ramadhani Wiryawan 21-15, 21-11, kemudian menyingkirkan Mia Blichfeldt asal Denmark 21-16, 21-10.
Ia lalu melewati Han Yue dari China 21-19, 21-12 pada perempat final dan menundukkan pemain nomor tiga dunia Wang Zhi Yi 24-22, 21-16 dalam pertandingan semifinal yang berlangsung ketat.
Pencapaian tersebut menjadi makin penting karena An datang ke Kejuaraan Dunia setelah sempat terganggu cedera kaki yang membuatnya mundur dari Japan Open pada Juli dan melewatkan China Open untuk menjalani pemulihan.
An sebelumnya meraih gelar dunia pertamanya di Kopenhagen pada 2023 ketika menjadi tunggal putri Korea Selatan pertama yang menjuarai Kejuaraan Dunia.
Ia kemudian meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia 2025 sebelum kembali ke podium tertinggi tahun ini.
Sebaliknya, kekalahan tersebut menggagalkan upaya Yamaguchi menambah koleksi tiga gelar dunia yang sebelumnya diraih pada 2021, 2022, dan 2025.
Pemain Jepang itu datang ke final sebagai juara bertahan sekaligus memburu kesempatan menjadi tunggal putri pertama yang mengoleksi empat gelar Kejuaraan Dunia.
Dengan gelar di New Delhi, An makin mempertegas deretan pencapaiannya setelah sebelumnya juga meraih emas Olimpiade Paris 2024, Asian Games 2022, dan Kejuaraan Asia 2026.
Baca juga: Gicquel/Delrue buka sejarah emas Prancis di Kejuaraan Dunia
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.