Sat,22 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Sport
  3. Bulu tangkis
  4. Amri/Nita jadikan perunggu Kejuaraan Dunia 2026 modal kebangkitan

Amri/Nita jadikan perunggu Kejuaraan Dunia 2026 modal kebangkitan

amri/nita-jadikan-perunggu-kejuaraan-dunia-2026-modal-kebangkitan
Amri/Nita jadikan perunggu Kejuaraan Dunia 2026 modal kebangkitan
service

Jakarta (ANTARA) – Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menjadikan medali perunggu Kejuaraan Dunia BWF 2026 sebagai modal untuk membangun kembali daya saing ganda campuran Indonesia di level dunia.

Amri menilai pencapaian di New Delhi, India, memberikan keyakinan bahwa mereka mampu bersaing dengan pasangan terbaik, sekaligus menjadi dorongan bagi sektor ganda campuran yang tengah memulai kembali proses pembinaan.

“Semoga hasil ini memotivasi tim ganda campuran yang mulai dari nol lagi. Ayo bareng-bareng teman-teman, para pelatih, adik-adik, kita kerja keras lagi, kita coba lagi semaksimal mungkin,” kata Amri dalam keterangan PBSI, Sabtu.

Amri/Nita memastikan perunggu setelah langkah mereka dihentikan pasangan nomor satu dunia asal China Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping pada semifinal.

Pasangan Indonesia memberikan perlawanan selama 97 menit sebelum kalah 22-20, 14-21, 20-22, bahkan sempat membawa gim penentuan hingga kedudukan 20-20.

Bagi Amri, penampilan tersebut menambah keyakinan mereka untuk tidak sekadar bersaing, tetapi juga memburu pencapaian lebih tinggi pada turnamen berikutnya.

Baca juga: Amri/Nita bidik medali pada debut Kejuaraan Dunia

“Saya rasa ini menambah kepercayaan diri buat kami berdua untuk bisa konsisten tampil seperti ini, untuk tambah latihannya lagi supaya jadi lebih baik lagi. Podiumnya bisa lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Kepercayaan diri itu turut tumbuh dari kemampuan Amri/Nita keluar dari tekanan sepanjang pertandingan.

Pada gim pertama, mereka mampu membalikkan keadaan ketika Feng/Huang telah mendekati kemenangan.

Nita mengatakan keduanya memilih tidak terpaku pada skor dan terus mencari cara untuk mempertahankan peluang.

“Kami coba mencari poin sebanyak mungkin dan fokus ke permainan. Sama-sama cari jalan keluar, harus bagaimana, harus main apa. Akhirnya bisa mengejar dan balik ambil keunggulan,” kata Nita.

Situasi serupa terjadi pada gim penentuan ketika kedua pasangan terus menjaga persaingan hingga fase akhir.

Nita menilai keberanian mengambil keputusan menjadi pembeda ketika skor mencapai posisi kritis.

Baca juga: Amri/Nita nyaris tumbangkan ganda nomor satu dunia

“Kami terus komunikasi, belum selesai jadi masih ada kesempatan, tapi mungkin saat setting kami kalah nekat sama mereka,” ujarnya.

Amri mengaku memasuki semifinal dengan motivasi lebih besar setelah mempelajari permainan Feng/Huang secara khusus.

Persiapan tersebut membuat Amri/Nita mampu bermain lebih lepas meski menghadapi pasangan peringkat teratas dunia.

“Saya merasakan gairah yang lebih dari malam tadi, ingin sekali tampil maksimal di babak semifinal ini. Saya mempelajari benar permainan mereka dan itu mungkin yang membuat hari ini kami bisa main lepas,” kata Amri.

Meski belum mampu mencapai final, Nita berharap medali tersebut menjadi bukti bahwa mereka masih dapat bersaing di level tertinggi sekaligus membalas kepercayaan yang diberikan selama proses pembinaan.

“Medali perunggu ini untuk Indonesia dan untuk semua yang sudah selalu percaya kalau kami masih bisa bersaing. Untuk keluarga dan pelatih juga,” ujar Nita.

Baca juga: Amri ungkap suasana internal PBSI setelah terseret isu matchfixing

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.